Cikarang, (Antara) - Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi mengatakan produk otomotif Indonesia berpotensi besar untuk terus tumbuh dan menjadikan sektor otomotif Indonesia menjadi salah satu penggerak utama ekspor serta perekonomian Indonesia. "Industri otomotif dan terkait akan menjadi primadona. Oleh karena itu semua yang mengganggu ekspor kita harus benahi," kata Lutfi saat menghadiri acara Peresmian Pabrik kedua PT Kawasaki Motor Indonesia serta Peluncuran Ekspor Motor Kawasaki Ninja RR Mono ke Filipina, di Cikarang, Selasa. Lutfi mengatakan perkembangan industri kendaraan bermotor di Indonesia semakin meningkat dan mampu bersaing dengan negara produsen otomotif lainnya di Asia Tenggara. Menurutnya, Kementerian Perdagangan akan terus mendorong proses industrialisasi manufaktur karena selain memberikan kontribusi yang penting bagi pertumbuhan ekonomi dan ekspor, juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja profesional di Indonesia serta peningkatan daya saing produk otomotif Indonesia. Seperti halnya pendirian pabrik baru Kawasaki Indonesia, ia berharap dapat meningkatkan komitmen jangka panjang untuk menciptakan manfaat bersama di setiap mata rantai, membuka lebih banyak lapangan kerja dan lebih mengembangkan kapasitas produksi sehingga menciptakan lebih banyak kegiatan ekonomi. "PT Kawasaki Motor Indinesia sebagai penyumbang kontribusi terbesar motor sport tanah air diharapkan bukan hanya menjadikan Indonesia sebagai tujuan pemasaran tetapi juga sebagai basis produksi Kawasaki terbesar di Asia untuk memenuhi pasar ekspor," jelas Lutfi. "Kita harus sama-sama menciptakan nilai tambah untuk Indonesia. Pabrik baru ini bukan hanya hanya sejahterakan rakyat di Bekasi tapi martabat bangsa indonesia," tambahnya. Kawasaki Heavy Industries, Ltd meresmikan pabrik barunya yang ke dua di Kawasan Industri MM2100 Cikarang Barat, Bekasi, yang merupakan pabrik sepeda motor Kawasaki terbesar ke tiga setelah Jepang dan Thailand dengan luas 44.000 M2 di atas lahan 150.000 M2, Nilai ekspor sepeda motor dan komponennya pada 2013 mencapai 564,42 juta dolar AS, terdiri atas ekspor sepeda motor sebesar 126,44 juta dolar AS dan ekspor komponen 437,98 juta dolar AS. Selama periode 2009-2013, nilai ekspor sepeda motor dan komponennya mengalami tren pertumbuhan positif masing-masing 39,42 persen dan 36,65 persen. Negara tujuan utama ekspor sepeda motor dan komponen adalah negara-negara di kawasan Asia Tenggara yaitu Singapura (30,22 persen), Filipina (15,50 persen), Thailand (11,53 persen), Malaysia (10,24 persen), dan Vietnam (8,10 persen). Sedangkan pangsa ekspor ke Jepang mencapai 5,83 persen dari total ekspor sepeda motor dan komponen Indonesia pada 2013. Data dari ASEAN Automotive Federation (AAF), angka penjualan sepeda motor di Indonesia 2013 mengalami kenaikan sebesar sembilan persen atau 7.771.014 unit sepeda motor dibanding 2012 sebanyak 7.141.586 unit. Di tempat kedua, Thailand mencatatkan penjualan sebesar 2.004.498 unit sepeda motor atau menurun enam persen dibanding 2012 sebesar 2.130.067 unit.(*/sun)
Berita Terkait
Polisi usut kasus pembunuhan satu keluarga di Situbondo
Minggu, 28 Desember 2025 11:55 Wib
Apa wisata minat khusus itu?
Kamis, 25 Desember 2025 8:08 Wib
Pemkab Pasaman Barat adakan FGD bersama lintas sektor, tokoh lintas agama dan budaya untuk Percepatan penurunan stunting
Senin, 22 Desember 2025 20:17 Wib
BP BUMN koordinasikan bantuan lintas sektor untuk pemulihan Sumatera
Kamis, 18 Desember 2025 6:40 Wib
Kerugian sektor pertanian akibat bencana alam di Pasaman Barat Rp3,94 miliar
Kamis, 11 Desember 2025 19:57 Wib
Pemkab Pasaman Barat perkuat koordinasi lintas sektor penanganan bencana
Jumat, 28 November 2025 18:21 Wib
PLN UP3 Padang dorong peralihan huller konvensional ke huller listrik demi efisiensi dan kemajuan sektor pertanian
Kamis, 20 November 2025 14:26 Wib
Pemkot Payakumbuh perkuat koordinasi lintas sektor hadapi bencana
Kamis, 6 November 2025 15:37 Wib
