Kerugian sektor pertanian akibat bencana alam di Pasaman Barat Rp3,94 miliar

id bencana alam di Pasaman Barat,Pasaman Barat, Sumatera Barat

Kerugian sektor pertanian akibat bencana alam di Pasaman Barat Rp3,94 miliar

Bencana alam banjir di Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat Rabu (26/11). Pemkab Pasaman Barat mencatat akibat bencana alam menyebabkan kerusakan lahan pertanian dan kerugian mencapai Rp3,94 miliar. ANTARA/Altas Maulana.

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mencatat kerugian akibat bencana alam hidrometeorologi pada lahan pertanian di daerah itu mencapai Rp3.945.360.000.

"Ini hasil pendataan yang kita lakukan saat ini. Kerusakan lahan pertanian sawah dan jagung itu disebabkan banjir dan longsor sesuai laporan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura ke posko utama tanggap bencana," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasaman Barat, Zulkarnain di Simpang Empat, Kamis.

Menurutnya bencana alam itu menyebabkan kerusakan pada lahan persawahan dan padi seluas 681,4 hektare dan pada tanaman jagung seluas 70,25 hektare.

Pada lahan persawahan atau padi yang rusak seluas 681,4 hektare itu berada di Kecamatan Ranah Batahan merusak 298 hektare, Kecamatan Talamau 50,7 hektare, Kecamatan Kinali 50 hektare, Kecamatan Koto Balingka 56 hektare dan pada Kecamatan Sasak Ranah Pasisia 23 hektare.

Lalu di Kecamatan Gunung Tuleh 96 hektare, Kecamatan Pasaman 40,2 hektare, Kecamatan Lembah Melintang 65 hektare dan Kecamatan Sungai Beremas 1,5 hektare.

Kemudian untuk kerusakan lahan jagung yang mencapai 70,25 hektare berada di Kecamatan Kinali 0,75 hektare, Kecamatan Koto Balingka 2 hektare, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie 17 hektare, Kecamatan Gunung Tuleh 17,25 hektare, Sungai Aur 1,5 hektare, Pasaman 3,75 hektare, Sungai Beremas 3 hektare dan di Kecamatan Luhak Nan Duo 25 hektare.

"Jika dikalkulasikan nilai kerugian secara keseluruhan mencapai Rp3.945.360.000," katanya.

Sementara itu Bupati Pasaman Barat Yulianto saat ini terus melakukan pendataan mengenai kerugian akibat bencana alam sambil menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir dan longsor.

"Bantuan telah kita salurkan ke masyarakat melalui posko yang ada di kecamatan dan nagari (desa). Kita mengharapkan bantuan tidak ada yang menumpuk di posko," katanya.

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumbar untuk penanganan pascabencana.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.