Jokowi Bacakan Pancasila di Gedung BPUPKI

id Jokowi Bacakan Pancasila di Gedung BPUPKI

Jakarta (Antara) - Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo membacakan teks Pancasila di depan Gedung BPUPKI(Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Gedung Pancasila dalam rangkaian kampanye perdana PDI-P di Jakarta, Minggu. Jokowi membacakan teks Pancasila dengan diikuti oleh seluruh simpatisan yang turut mengiringi kampanye blusukan Jokowi tersebut. "Tempat-tempat ini menunjukkan sebuah perjalanan kita menuju sebuah Indonesia yang merdeka. Tentunya setelah Indonesia merdeka maka tugas kita bersama mengisi perjuangan ini," kata Jokowi di Gedung BPUPKI Jalan Pejambon 6, Jakarta Pusat, Minggu. Jokowi dan rombongan tiba di Gedung BPUPKI sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelumnya, rombongan mengunjungi Gedung Museum Kebangkitan Nasional di Jalan Abdurrahman Saleh No. 26 dan dilanjutkan ke Gedung Museum Sumpah Pemuda Jalan Kramat Jaya No.106. Turut hadir dalam kampanye perdana antara lain Sekjen PDI-P Tjahjo Kumulo, Wasekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP, Effendi Simbolon. Siang itu, Jokowi mengenakan baju khas blusukannya; kemeja putih lengan panjang yang digulung dan celana hitam. Sementara para simpatisannya mengenakan seragam merah khas PDI-P. Ada juga yang mengenakan kemaja merah dengan aksen kotak-kotak. Bendera PDI-P pun ada yang pinggiran atas dan bawahnya diberi garis kotak-kotak. Dalam kampanye perdananya, dijadwalkan PDI-P akan melakukan kampanye terbuka di beberapa gedung bersejarah perjuangan seperti Gedung Museum Kebangkitan Nasional yang dulunya merupakan eks Gedung Stovia di Jalan Abdurrahman Saleh No. 26 dilanjutkan ke Gedung Museum Sumpah Pemuda Jalan Kramat Jaya No.106, lalu ke Gedung BPUPKI di Jalan Pejambon 6. Kampanye blusukan dilanjutkan ke Gedung Pola lalu ke pasar tradisional di sekitar Gedung Pola dan berakhir di Gedung Cendrawasih, Jakarta Barat. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.