Batam, (Antara) - Badan Pengusahaan (BP) Batam berencana menjadikan bekas pengungsi Vietnam (Camp Vietnam) di Pulau Galang sebagai situs kemanusiaan dengan dukungan Pemerintah Vietnam. "Kemarin (Senin) Direktorat Jenderal Asia Timur Pasifik dan Afrika (Ditjen Astimpasaf) Kementerian Luar Negeri, sudah melakukan kunjungan ke Camp Vietnam. Mereka berjanji menfasilitasi agar rencana tersebut mendapat dukungan Pemerintah Vietnam," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan di Batam, Selasa. Ia mengatakan, dalam pertemuan antara Anggota 4/Deputi Bidang Administrasi dan Program, Moch Prijanto dan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri sudah dibahas mengenai rencana tersebut. "Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai bantuan dari Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi agar Pemerintah Vietnam turut mendukung program BP Batam dalam pengembangan Kawasan Wisata Pulau Galang," kata dia. Camp Vietnam merupakan tempat pengungsian orang Vietnam pada periode 1979-1996 yang pada masa itu melakukan pengungsian untuk menghindari konflik politik yang terjadi di negaranya. Pada masa itu, ratusan ribu warna Negara Vietnam tersebar di seluruh Kepulauan Riau, seperti Tarempa, Natuna, Anambas dan sekitarnya, lalu disatukan dalam satu lokasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani pengungsi (UNHCR) dan Pemerintah Indonesia untuk menghuninya. "Kementerian Luar Negeri mendukung upaya BP Batam dalam pengembangan Pulau Galang, karena Pulau Galang merupakan tempat penampungan tersbesar di antara wilayah lainnya," kata Ilham. Di dalam Camp Vietnam tersebut terdapat Camping Ground, Memorial Wall yang sebagian sudah direnovasi, Kapal, Religious Live seperti Gereja dan Pagoda serta Barack pengungsian. "BP Batam juga berencana memugar dan merenovasi wilayah Camp Vietnam, termasuk kapal pengungsinya," kata dia. Kawasan Camp Vietnam saat ini dikelola BP Batam sebagai kawasan wisata sejarah. Diantara peninggalan-peninggalan Camp Vietnam, seperti tempat tinggal, pusat pendidikan, rumah sakit, kondisinya sudah banyak rusak dan tidak berbekas. (*/jno)
Berita Terkait
Sumbar kembali terima bantuan bencana Rp4,56 miliar dari Batam
Senin, 12 Januari 2026 11:40 Wib
Gubernur Mahyeldi terima bantuan Rp4,56 Miliar dari Batam untuk warga terdampak bencana
Minggu, 11 Januari 2026 15:39 Wib
Polda Kepri jdi polda ke-11 yang punya Direktorat PAA
Rabu, 31 Desember 2025 9:44 Wib
Perwakilan KAI Divre II Sumbar raih penghargaan platinum pada TKMPN XXIX di Batam
Minggu, 30 November 2025 8:28 Wib
Hadir di Rakerda REIkhusus Batam 2025, SEPABLOCK diminati pengembang
Senin, 17 November 2025 15:25 Wib
Polda Kepri tindak tegas oknum Ditresnarkoba diduga terlibat pemerasan
Senin, 3 November 2025 15:40 Wib
Polresta Barelang catat 10 korban kebakaran kapal meninggal
Kamis, 16 Oktober 2025 10:26 Wib
Sabar AS didaulat bacakan 'piagam Batam' dalam pertemuan regional KAHMI se-Sumatera di Batam
Minggu, 21 September 2025 12:50 Wib
