Jakarta (ANTARA) - Sebuah bus yang tergenang air hingga ke area kabin penumpang dalam video di media sosial belum lama ini bukan bagian dari armada maupun operator yang tergabung dalam jaringan layanan Transjakarta.
"Kami pastikan bahwa bus dalam video tersebut tidak dikelola oleh Transjakarta," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani di Jakarta, Jumat.
Dia menyampaikan, Transjakarta memiliki kendali ketat melalui "Standard Operating Procedure" (SOP) terkait mitigasi dampak cuaca.
Berdasarkan aturan operasional, Transjakarta akan secara otomatis melakukan penyesuaian layanan baik berupa pengalihan rute maupun penghentian layanan sementara apabila ketinggian genangan air di jalur lintasan telah menyentuh ambang batas keamanan, yaitu maksimal setengah diameter ban.
“Tim kami di lapangan terus memantau seluruh titik lintasan secara 'real-time'. Jika kondisi jalan dinilai berisiko bagi keselamatan pelanggan dan armada, layanan akan segera disesuaikan hingga kondisi kembali kondusif,” ujar Ayu.
Dia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyerap informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi resmi.
Adapun dalam video yang beredar di media sosial (medsos) tampak, air masuk ke dalam bus dan membuat penumpang panik. Penumpang berteriak air sudah masuk hingga setinggi lutut dan meminta pengemudi menghentikan bus.
