Solok (ANTARA) - Bupati Solok Jon Firman Pandu dianugerahi gelar kehormatan sebagai Doktor Honoris Causa (Dr.H.C) dari Asean University Internasional (AUI) Malaysia atas dedikasi dan kontribusinya di bidang politik dan hukum di tingkat pemerintahan daerah.
"Terima kasih atas penghargaan yang diberikan serta kepercayaan dan dukungan semua pihak," kata orang nomor satu di Kabupaten Solok itu di Solok, Senin.
Ia mengatakan gelar dan penghargaan ini bukan untuk pribadi dia semata, tetapi juga untuk masyarakat Kabupaten Solok yang selama ini telah mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Penganugerahan tersebut semakin memotivasi bupati Solok dalam melanjutkan pengabdian, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat komitmen pembangunan di Kabupaten Solok.
Selain itu, penganugrahan wisuda gelar Doktor Honoris Causa ini diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen pemerintah Kabupaten Solok dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Prosesi wisuda dilaksanakan secara virtual dan diikuti di Aula Gedung C Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Solok, pada Minggu, (11/1).
Penganugrahan gelar kehormatan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari Asean University Internasional Malaysia terhadap kiprah Bupati Solok, dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berlandaskan hukum, memperkuat demokrasi lokal, serta mendorong kebijakan publik yang berorientasi pada pelayanan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pihak universitas menyampaikan bahwa gelar kehormatan diberikan kepada bupati Solok, setelah melalui proses penilaian yang mendalam, pertimbangan akademik serta rekam jejak pengabdian.
Dalam prosesi wisuda tersebut, Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan orasi ilmiah mengenai paradigma kepemimpinan kolaboratif dan inovatif dalam pemerintahan yang melayani menuju masyarakat madani nan sejahtera.
Sebuah paradigma di mana saat ini pemimpin bukan sebagai pusat kekuasaan, melainkan arsitek ekosistem, yang membangun ruang dialog, mengorkestrasi kepentingan dan menyatukan energi kolektif pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi maupun komunitas lokal.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan pemimpin yang inovatif memastikan kolaborasi tersebut tidak berhenti pada proses, namun melahirkan terobosan kebijakan, inovasi layanan, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Paradigma kepemimpinan yang kolaboratif dan inovatif ini secara nyata terartikulasi ke dalam visi RPJMD Kabupaten Solok tahun 2025-2029, yakni terwujudnya pemerintahan yang melayani menuju masyarakat madani nan sejahtera," katanya.
Paradigma ini sejalan dengan semangat pelayanan publik modern, yang menempatkan negara sebagai pelayan warga, bukan penguasa warga.
Ia juga menekankan ada empat misi pembangunan yang mencerminkan paradigma kepemimpinan kolaboratif dan inovatif tersebut : Mewujudkan Smart Government dan Beritegritas dalam Melayani, Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing Global, Mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Adat dan Budaya, serta Peningkatan Ekonomi Berbasis Potensi dan Sumber Daya Nagari.
