Lubuk Basung (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan proses belajar mengajar (PBM) 58 unit sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di daerah itu bergabung ke sekolah terdekat.
"PBM bergabung ke sekolah terdekat tidak jauh dari sekolah utama," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Andri di Lubuk Basung, Senin.
Ia mengatakan selain dialihkan ke sekolah lain, PBM juga dialihkan di tempat yang memungkinkan.
Setelah itu di kelas darurat, tenda darurat dan secara dalam jaringan (Daring).
"Empat strategi itu dilakukan untuk sekolah yang terdampak belum bisa melakukan PBM secara normal. Ini memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan," katanya.
Ia menambahkan ke 58 sekolah itu berasal dari TK, Paud, SD dan SMP yang tersebar di Kecamatan Palembayan, Malalak, Tanjung Raya dan lainnya.
Jumlah siswa dari 58 sekolah itu sekitar 1.800 orang.
Bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda daerah itu pada akhir November 2025, mengakibatkan 58 sekolah yang mengalami kerusakan.
Untuk kebutuhan dana dalam memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak Rp24 miliar.
Sekolah yang rusak, telah diajukan bantuan kepada pemerintah pusat, agar sekolah-sekolah ini bisa diperbaiki atau dibangun kembali.
"Kita telah mengajukan perbaikan sekolah ke pemerintah pusat," katanya.
