Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah bantuan beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk warga daerah itu yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November lalu mencapai 52,759 ton.
"Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap kepada warga yang terdampak bencana," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa di Pariaman, Jumat.
Ia mengatakan bantuan tersebut dapat membantu warga daerah itu karena selain menjadi korban banjir juga ada warga yang tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi sebab terhalang cuaca ekstrem.
Bantuan beras yang disalurkan Bapanas tersebut menurutnya dapat mengurangi beban warga untuk memenuhi kebutuhan pokok serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana.
Diketahui bantuan beras dari Bapanas tersebut berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah yang dialokasikan khusus bagi korban bencana. Cadangan pangan tersebut dapat disalurkan atas permintaan pemerintah daerah setempat.
Diketahui Pariaman merupakan salah satu daerah di Sumbar yang terdampak cuaca ekstrem yang terjadi dari 21 hingga 28 November. Setidaknya Pemkot Pariaman merilis daerah itu mengalami banjir di 121 lokasi, longsor enam lokasi, dan puluhan pohon tumbang.
Akibat cuaca ekstrem tersebut lima ruas jalan amblas, satu jembatan rusak, 45 unit sekolah rusak, dinding penahan di sejumlah aliran sungai di Pariaman juga rusak akibat dihantam banjir. Puluhan hektare ladang dan ratusan hektare lahan sawah juga terendam banjir.
58 unit rumah warga Pariaman statusnya menjadi tidak layak huni sehingga penghuninya harus diungsikan guna mengantisipasi kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan dan jatuhnya korban.
Selain itu, sektor pariwisata Pariaman hingga sekarang masih terdampak bencana tersebut karena sejumlah objek wisata masih sepi dari pengunjung sehingga mempengaruhi perekonomian warga yang menggantungkan hidupnya dari sektor itu.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) terus menyalurkan bantuan dari berbagai pihak untuk warganya yang menjadi korban banjir dan longsor yang terjadi akhir November 2025 guna meringankan beban warganya pasca mengalami bencana.
"Bantuan ini kami salurkan untuk mengurangi beban masyarakat yang sedang menghadapi musibah banjir dan tanah longsor. Kami bersama seluruh unsur terkait terus bekerja untuk memastikan logistik dan kebutuhan dasar warga aman,” kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman.
Ia mengatakan Pemkot Pariaman berkomitmen untuk terus mendampingi warga dalam masa pemulihan pasca bencana, tidak saja berupaya memperbaiki infrastruktur agar aktivitas masyarakat bisa berjalan normal namun juga memenuhi kebutuhan warga.
