Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memutuskan penghentian pencarian terhadap korban longsor yang tertimbun di Tinggam, Nagari (Desa) Sinuruik, Kecamatan Talamau, Rabu.
"Setelah dilakukan pencarian maksimal hingga hari ke 12 sejak kejadian dan juga sesuai persetujuan ahli waris korban maka pencarian dihentikan hari ini," kata Bupati Pasaman Barat didampingi Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jhon Edwar dan Koordinator Pos SAR Pasaman (OSC) Novi Yurandi di Simpang Empat, Rabu.
Menurut Bupati Yulianto dengan telah dilakukan pencarian secara maksimal baik manual maupun menggunakan alat berat ekskavator.
Tim gabungan mulai dari Basarnas, BPBD, Polri, TNI, PMI dan relawan serta masyarakat telah berupaya maksimal melakukan pencarian.
Namun, katanya, sesuai aturan dan telah persetujuan ahli waris korban maka diputuskan pencarian dihentikan.
"Meskipun pencarian korban dihentikan namun pemantauan akan terus dilakukan oleh tim di bawah," tegasnya.
Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik tim gabungan maupun masyarakat yang ikut serta mencari korban yang telah berupaya mencari korban.
Dia menjelaskan longsor di lokasi itu terjadi pada Jumat (28/11) sekitar pukul 04.00 menimbun lima orang warga.
Dari lima orang warga itu dua orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia yakni Yelma Yunita (41) dan Raffael Gusti Pratama (7).
Sedangkan tiga korban lainnya Dian Fernanda (24), Amrizal (38) dan Nurhayati (35) masih belum ditemukan.
