Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman Barat motivasi petani tanam jagung integrasi sawit

Rabu, 6 Mei 2026 20:15 WIB
Image Print
Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Pasaman Barat Afdal saat meninjau lahan tanaman jagung warga di Simpang Empat. ANTARA/Altas Maulana. (Upaya perluasan tanam jagung)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat motivasi petani jagung untuk melakukan penanaman pola terintegrasi dengan tanaman kelapa sawit yang sedang tahap peremajaan.

"Salah satu upaya meningkatkan luas tanam dan produksi jagung adalah melakukan penanaman di lahan kelapa sawit yang baru peremajaan," Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Rabu.

Menurutnya saat ini ada ratusan hektare kebun kelapa sawit yang dalam masa peremajaan atau tanam kembali karena sudah tidak produktif lagi.

"Ketika kelapa sawit masih kecil inilah jagung bisa ditanam di antara batang kelapa sawit. Masa panen sawit ada sekitar tiga sampai empat tahun. Jika jagung bisa panen empat bulan. Artinya penghasilan petani tetap tidak terputus," katanya.

Upaya itu dilakukan, katanya, agar luas tanam jagung dan panen bisa meningkat untuk menjaga ketahanan pangan.

"Empat bulan terakhir ini luas tanam jagung di Pasaman Barat seluas 6.292 hektare dengan produksi 48.318 ton," sebut dia.

Selain melakukan penanaman terintegrasi dengan sawit, pihaknya juga melakukan sejumlah upaya diantaranya pemberian bantuan sarana produksi pertanian berupa benih, pupuk, dan obat-obatan melalui dana APBN dan bantuan pupuk bersubsidi.

Lalu memberdayakan penyuluh dengan memberikan sosialisasi mengenai tanaman jagung.

"Melalui penyuluh, petani selalu diingatkan jangan memakai benih yang harganya murah dan tidak jelas dari mana produksinya. Jika salah memilih benih maka tanam jagung akan mudah terserang penyakit dan hasil sedikit," katanya.

Selama 2025 ini pihaknya menargetkan menargetkan produksi jagung di mencapai 213.910 ton yang tersebar di 11 kecamatan.

Ia menambahkan tanaman jagung bisa menjadi tanaman alternatif para petani karena masa panen relatif singkat, bisa empat atau enam bulan dengan harga yang relatif bertahan.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026