Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman Barat optimalkan penanganan kematian ibu dan bayi

Kamis, 7 Mei 2026 16:07 WIB
Image Print
Petugas medis Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat saat melakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil di daerah Parit Kecamatan Koto Balingka beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Dinkes Kesehatan Pasaman Barat. (Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan upaya penanganan angka kematian ibu dan bayi dengan pemberian layanan di tingkat dasar oleh bidan sampai mengoptimalkan imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang bayi sampai balita.

"Selama 2026 ini kita akan berupaya menekan jumlah kematian ibu dan bayi dengan berbagai program sampai ke tingkat nagari atau desa," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Kamis.

Dari data 2025 jumlah kematian ibu ada 16 orang dan bayi 78 orang. Jumlah inilah yang akan ditekan agar kematian ibu dan bayi bisa dikurangi.

Dia mengatakan pihaknya melaksanakan monitoring evaluasi ke pemberi layanan ke lini dasar yaitu bidan desa.

Mulai dari pendampingan ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas oleh bidan desa. Peran bidan desa akan lebih ditingkatkan untuk memantau ibu hamil dan bayi.

Lalu memperkuat sistem rujukan terintegrasi di rumah sakit rujukan sehingga penanganan terhadap ibu hamil dan bayi bisa dilakukan dengan cepat.

"Apabila ada kasus di rumah sakit, para ahli di rumah sakit itu bisa melakukan audit internal, mencari penyebab kematian ibu dan bayi," katanya.

Kemudian pihaknya melakukan audit eksternal bersama tim audit Kabupaten tujuannya agar kasus yg sama tidak terulang kembali.

"Petugas juga melakukan pemeriksaan langsung dan pemberian obat kepada ibu hamil dan bayi," sebut dia.

Untuk mengoptimalkan layanan itu, Dimas Kesehatan Pasaman Barat juga telah melakukan pertemuan dengan bidan yang ada di puskesmas.

Pihaknya menginginkan bidan dapat melakukan pemantauan intensif, gizi seimbang, dan penggunaan buku kesehatan ibu dan anak (KIA).

Fokus utama adalah intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting, dengan layanan mencakup pemeriksaan kehamilan, nifas, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang balita.




Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026