UNP hadir di Tanjung Raya, Agam bantu korban bencana alam

id UNP,Menwa, MPALH, KSR, UK PMI, Pramuka, dan SKK Ganto., dosen,UNP Charity, BTN, Universitas Negeri Semarang,Tanjung Raya, Agam

UNP hadir di Tanjung Raya, Agam bantu korban bencana alam

Padang (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP) hadir di Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, guna membantu korban bencana hidrometeorologi di daerah itu.

"Kami mendirikan posko UNP Peduli Bencana di Nagari Bancah, Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada, Jumat, 5 Desember kemarin, " kata Rektor UNP Krismadinata, Ph.D., di Padang, Selasa.

Ia mengatakan tim relawan dilepas di lobi rektorat sebelum diberangkatkan ke lokasi pada Jumat sore.

Dalam pelepasan tim, Krismadinata menyampaikan apresiasi dan pesan agar relawan tetap mengutamakan keselamatan.

“Terima kasih atas kesediaan adik-adik semua menjadi relawan. Jaga diri di lapangan, patuhi aturan dan ikuti komando,” ujarnya.

Tim tiba di Tanjung Raya pada malam hari, dan posko langsung difungsikan sebagai pusat aktivitas bantuan.

"Sesampainya di lokasi, tim bergerak cepat melakukan peninjauan awal dan pendataan kebutuhan warga terdampak," lanjutnya.

Pada hari berikutnya, relawan mulai membersihkan material longsor yang menumpuk di rumah warga, serta fasilitas umum di sekitar posko.

Tim relawan yang dikomandoi Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., melaksanakan pembersihan rumah penduduk, fasilitas ibadah dan sekolah, layanan kesehatan dan konseling trauma, serta pembagian sembako.

Sebagian relawan juga melakukan penyisiran untuk pendataan korban terdampak.

Pada Sabtu dan Minggu, 6 dan 7 Desember, tim mulai membantu membersihkan material longsor di permukiman sekitar posko.

Dedi, salah seorang warga menyebut tenaga relawan sangat dibutuhkan.

“Kalau makanan sudah banyak, tapi bantuan tenaga seperti ini yang kami perlukan,” ujarnya.

Selain pembersihan, UNP menyalurkan sembako dan pakaian layak pakai kepada pengungsi di tiga titik, yaitu Pondok Pesantren Prof. Dr. Hamka, Kampung Mati Kubu Gadang, dan kelompok pengungsi Sungai Batang.

Distribusi dilakukan menggunakan perahu ponton, mobil, hingga kendaraan roda dua untuk mencapai wilayah yang sulit dijangkau.

Sementara itu, tim konseling trauma pasca bencana UNP, turut memberikan layanan pendampingan psikososial, bagi warga terdampak banjir bandang di Jorong Bancah.

Tim gelombang pertama yang turun terdiri dari 19 orang dosen. dan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (S1, S2, S3, dan pendidikan profesi konselor), berkolaborasi dengan Pengurus Daerah ABKIN.

Kegiatan berlangsung hingga 8 Desember 2025, dengan sasaran individu yang mengalami gejala PTSD atau Gangguan Stres Pascatrauma, penguatan resiliensi pasca bencana, serta anak-anak penyintas.

Layanan konseling diberikan melalui sesi interaksi kelompok dan individu untuk membantu pemulihan emosional warga.

Tim konseling akan kembali menurunkan gelombang berikutnya sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Rombongan relawan terdiri dari pimpinan UNP, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas serta organisasi mahasiswa seperti Menwa, MPALH, KSR, UK PMI, Pramuka, dan SKK Ganto.

Bantuan yang disalurkan merupakan kelanjutan distribusi logistik oleh Posko UNP Peduli Bencana, termasuk bantuan dari UNP Charity, BTN, Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.