Padang Aro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mulai menerapkan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara dan menjadi yang pertama di Provinsi Sumatera Barat di wilayah kerja Kantor Regional XII BKN Pekanbaru.
Bupati Solok Selatan Khairunas, di Padang Aro, Rabu, mengatakan, tahap awal penerapan manajemen talenta ASN dilakukan terhadap 218 orang pejabat eselon mengikuti profiling ASN untuk masuk dalam talent pool ASN Kabupaten Solok Selatan.
"Kegiatan ini dilaksanakan bersama dan dipantau langsung oleh Kantor Regional XII BKN Pekanbaru," ujarnya.
Menurutnya, pemetaan ini dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan dalam pengisian jabatan dan memajukan daerah.
"Tentu keilmuannya yang kita minta, misalnya di bidang pekerjaan umum itu juga tidak bisa dengan infrastruktur saja tapi juga ada ketahanan, dia harus paham mengenai pengelolaan sumber daya manusia dan sosial," katanya.
Manajemen talenta katanya, akan digunakan untuk memetakan potensi ASN dengan harapan ke depannya pengisian jabatan pun akan sesuai dengan bidang keilmuannya.
Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru Purjiyanta mengatakan program ini pertama dilaksanakan oleh BKN regional yang dipimpinnya dengan pilot project adalah Kabupaten Solok Selatan dan Kota Batam.
"Program ini dilaksanakan oleh BKN untuk mendukung dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya untuk masyarakat," katanya.
Dia menjelaskan, dalam manajemen talenta ini ada dua hal yang disorot, pertama adalah kinerja pegawai kedua bidang keilmuannya.
Dengan keilmuan dan kinerja yang baik katanya, akan ditemukan talenta-takenta hebat yang akan bisa mengembangkan dan membantu pimpinan daerah untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sulit, termasuk inovasi baru.
Mengutip dari Sekretariat Kabinet, manajemen talenta merupakan proses rekrutmen, identifikasi, pengembangan, pemeliharaan, dan penempatan pegawai secara profesional sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi guna menjalankan strategi dan mengambil langkah strategis yang dibutuhkan instansi.
Perencanaan kepegawaian melalui manajemen talenta dilakukan melalui pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan bakat secara konsisten.
Hal tersebut bertujuan untuk menghasilkan pegawai yang berpotensi dan layak untuk melanjutkan kepemimpinan berikutnya (regenerasi kepemimpinan) dalam rangka mendukung pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi.
