
APBN benih padi 274 hektare dorong peningkatan ketahanan pangan Sawahlunto

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat memperoleh bantuan APBN berupa benih padi 274 hektare dan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) untuk memperkuat ketahanan pangan petani setempat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto Henni Purwaningsih, di Sawahlunto, Rabu, menyebut bantuan benih padi yang sudah disalurkan mencakup seluas 274 hektare atau setara 6,85 ton benih.
“Dari total target 1.000 hektare bantuan benih padi tahun ini, untuk tahap awal sudah kita distribusikan 274 hektare, bahkan sudah ditanam 30 hektare,” kata dia.
Selain itu, Sawahlunto juga mendapat program P2B yang menyasar tiga desa di Kecamatan Silungkang, yakni Desa Muaro Kalaban, Silungkang Oso, dan Taratak Bancah.
Program tersebut diberikan kepada 15 kelompok tani dengan dukungan sarana produksi (saprodi) berupa benih ubi jalar, pupuk NPK dan KNO3, sprayer, benih pisang, serta aneka benih sayuran seperti tomat, buncis, jagung manis, caisim, terong ungu, kubis, dan wortel.
“Sarana pengendali organisme pengganggu tanaman juga sudah disalurkan, baik pestisida nabati maupun likat kuning. Tinggal cabai dalam polybag yang belum turun dan sedang diproses distribusinya,” ujar dia merinci.
Menurutnya, bantuan APBN itu tidak hanya berfungsi memperkuat produksi pangan, tetapi juga mendorong diversifikasi pangan berbasis keluarga dan kelompok.
“Melalui P2B, masyarakat bisa menanam sayuran dan buah di pekarangan rumah, sehingga kebutuhan gizi lebih mudah dipenuhi tanpa harus selalu bergantung pada pasar,” katanya.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh program APBN ini dengan memastikan pendampingan teknis bagi petani.
“Ketahanan pangan adalah kebutuhan mendasar. Kita pastikan bantuan ini tidak hanya sampai ke petani, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memperkuat produksi sekaligus meningkatkan pendapatan,” kata dia.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Astacita yang menekankan kedaulatan pangan, serta program prioritas Kementerian Pertanian dalam memperkuat produksi padi dan diversifikasi pangan berbasis lokal.
Dengan demikian ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mempercepat terwujudnya kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani di Sawahlunto.
Pewarta: Yudha Ahada
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
