Agam berupaya perbaiki insfrastruktur rusak dampak banjir lahar dingin

id Kabupaten Agam, Sumatera Barat ,Bupati Agam Benni Warlis

Agam berupaya perbaiki insfrastruktur rusak dampak banjir lahar dingin

Bupati Agam Benni Warlis sedang memberikan sambutan saat paripurna DPRD. Dok ANTARA/Yusrizal

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat berupaya untuk memperbaiki insfratruktur yang rusak dampak dari lahar dingin Gunung Marapi melanda daerah itu pada 2024, dalam membantu masyarakat setempat.

“Ini menjadi bagian dari pekerjaan rumah kita yang harus diselesaikan menurut skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah,” kata Bupati Agam, Benni Warlis di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan kalau tidak ada anggaran untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak berupa jembatan, irigasi dan lainnya, bisa diselesaikan dengan cara sendiri menurut porsi masing-masing.

Jika daerah tidak mampu, diajukan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat.

“Kita tidak hanya fokus bergantung kepada kemapuan anggaran, tetapi juga semangat kita bersama. Harus kita keroyok secara bersama-sama,” katanya.

Sebelumnya Bupati Agam menerima aspirasi dari masyarakat Kecamatan Canduang terkait permasalahan yang mereka hadapi pascabanjir lahar dingin.

Permasalahan yang dikemukakan masyarakat melalui wali nagari atau kepala desa masing-masing itu terutama terkait lahan pertanian mereka yang tidak bisa lagi digarap karena tertimbun material bencana.

"Ini menjadi perhatian kita dan saya yakin permasalahan itu bisa diselesaikan," katanya.

Ia mengakui banjir lahar dingin akibat curah hujan cukup tinggi melanda empat kecamatan sekitar Gunung Marapi, yakni Ampek Koto, Canduang, Sungai Pua dan Ampek Angkek.

Akibatnya jembatan, aliran sungai, puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami rusak.

Termasuk lahan pertanian, perkebunan dan lainnya tertimbun material banjir lahar dingin.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.