
79 siswa SDN 14 Labuah Agam merasa senang belajar di shalter

Lubukbasung (ANTARA) - Sebanyak 79 siswa dan siswa SDN 14 Labuah, Nagari atau Desa Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat merasa senang belajar di shalter yang dibangun relawan, karena lokasinya rindang dan ditambah tidak ada pengabungan belajar.
Terlihat wajah dari siswa cukup ceria dan girang belajar di shalter setelah bangun sekolah mereka rusak dampak dari banjir bandang pada akhir November 2025.
"Kami merasa senang sekolah di shalter, karena lokasi banyak pepohonan dan proses belajar mengajar tidak digabung," kata salah seorang siswa kelas VI SDN 14 Labuah, Amelia Rahmadani di Lubuk Basung, Selasa.
Ia mengatakan sudah satu bulan belajar di shalter tersebut setelah bangunan sekolahnya mengalami rusak berat.
Untuk proses belajar mengajar, tambahnya hampir sama saat kondisi normal.
Kedepan berharap pemerintah membangun sekolah, agar proses belajar kembali normal seperti biasa.
Salah seorang guru SDN 14 Labuah, Atria Pratiwi mengatakan proses belajar mengajar di shalter semenjak 5 Desember 2025, setelah bangunan sekolah rusak berat.
"Siswa dan siswi belajar disini semenjak ujian semester satu sampai sekarang. Proses belajar mengajar di shalter sampai kelas darurat selesai dibangun oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Data, Labuah, Nagari Sungai Batang," katanya.
Ia menambahkan 15 hari semeter satu, banyak materi trauma healing diberikan relawan kepada siswa dan siswi. Namun baru satu Minggu ini proses belajar mengajar normal kembali.
Kebetulan sekolah dapat dua unit tenda darurat, sehingga siswa dan siswi bisa dipisah untuk proses belajar mengajar.
"Sebelumnya kelas 1-6 proses belajar mengajar disatukan di shalter, sehingga kurang efektif dan sekarang sudah bisa dipindah ke tenda darurat maupun Mushalla Muhammad Alif tidak jauh dari shalter," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Andri menambahkan bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Agam mengakibatkan 67 sekolah mengalami rusak dari seluruh jenjang mulai dari TK, Paud, SD dan SMP.
"Dari 67 sekolah, SDN 09 Bancah dan SDN 14 Labuah Kecamatan Tanjung Raya belajar di MDA dan shalter, akibat kondisi bangunan rusak berat," katanya.
Sementara MTs Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan belajar di tenda yang telah difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam.
Pembangunan sekolah tersebut telah dimasukkan pada Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dengan dana Rp20 miliar.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
