
Pemkab Pasaman Barat gandeng perusahan sawit atasi kemiskinan-stunting

Pasaman Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, bekerja sama dengan perusahaan kelapa sawit melalui Corporate Social Responsibility (CSR) berupaya mengatasi kemiskinan dan stunting di daerah itu.
Bupati Pasaman Barat Yulianto di Simpang Empat, Minggu, mengatakan penanggulangan kemiskinan dan stunting harus melibatkan semua pihak. Salah satunya bantuan CSR perusahaan di momen HUT Ke-80 Kemerdekaan RI.
Penyerahan CSR oleh beberapa perusahaan sawit dengan total Rp304.950.000 kepada Pemkab Pasaman Barat dan selanjutnya di saat yang sama diserahkan langsung kepada 10 keluarga penerima manfaat.
Adapun beberapa perusahaan yang menyerahkan CSR tersebut, katanya, adalah di antaranya PT BPP dengan CSR sejumlah Rp100.200.000, Wilmar Group dengan CSR sejumlah 75.750.000, PT GSA menyerahkan CSR sejumlah Rp43 juta.
Lalu PT BSS sejumlah Rp43 juta dan PT USM sejumlah Rp43 juta.
Menurut dia, penerima manfaat dari CSR perusahaan sawit tersebut adalah dari keluarga miskin dan stunting yang ada pada data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim) yang dikeluarkan oleh Kemenko PMK dan telah diverifikasi dan divalidasi oleh pemerintah kecamatan setempat.
Pelaksana tugas Kepala Bappelitbang Pasaman Barat Ikhwanri menyampaikan bahwa pelibatan perusahaan sawit dalam penanganan kemiskinan dan stunting merupakan inovasi daerah yang ada di Bappelitbangda dengan nama "Brondol Sawit" yaitu berkolaborasi kendalikan dan nolkan stunting melalui intervensi sensitif terpadu.
Menurut dia, inovasi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target daerah dalam penurunan kemiskinan dan stunting di Pasaman Barat.
Angka kemiskinan pada akhir tahun 2024 sebesar 7 persen yaitu sekitar 34.600 jiwa sedangkan target tahun 2025 diharapkan turun menjadi 5,75 persen.
Begitu pula kemiskinan ekstrem pada akhir tahun 2024 sebesar 0,70 persen atau sekitar 3.410 jiwa sedangkan target pada akhir tahun 2025 adalah 0 persen.
Lalu untuk angka prevalensi stunting Pasaman Barat di akhir tahun 2024 yaitu 26,6 persen sedangkan target tahun 2025 adalah 13,5 persen
"Pemkab Pasaman Barat optimistis target tersebut bisa dicapai dengan kolaborasi yang baik dengan semua pihak. Bukan hanya perusahaan sawit, namun pihak lain seperti perbankan, Baznas, tokoh agama, tokoh adat, bahkan Tanoto Foundation juga menjadi bagian yang digandeng guna percepatan pencapaian target penurunan kemiskinan dan stunting di Pasaman Barat," jelasnya.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
