Logo Header Antaranews Sumbar

ITBHAS perkuat karakter cendekiawan muslim Sumbar khas Haji Agus Salim

Senin, 11 Mei 2026 20:34 WIB
Image Print
Peletakan batu pertama pembangunan Surau Al-Hidayah yang merupakan masjid kampus baru ITBHAS Bukittinggi, Senin (11/5/2026). Pembangunan masjid dan pemakaian kampus baru diharapkan memperkuat komitmen kampus melahirkan cendekiawan Muslim berkarakter Haji Agus Salim ANTARA/Al Fatah. (Perkuat karakter cendikiawan)

Bukittinggi (ANTARA) - Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITBHAS) Bukittinggi membangun karakter cendekiawan muslim Sumatera Barat (Sumbar) khas Haji Agus Salim, komitmen itu diperkuat melalui pemakaian kampus baru serta pendirian masjid kampus bernama Surau Al-Hidayah.

ITBHAS Bukittinggi resmi memulai seluruh aktivitas akademik dan administrasi di gedung kampus baru yang berlokasi di Guguak Bulek, Kota Bukittinggi sejak awal Mei 2026.

"Kampus ini lahir dari pemikiran Haji Agus Salim, seorang cendekiawan muslim terkenal dari Sumatera Barat. Beliau mengajarkan bagaimana mendidik manusia yang berkarakter, beradab, dan memiliki dasar agama yang kuat,” kata pewakaf ITBHAS sekaligus Dewan Pembina Yayasan Indonesia Raya, Endang Erizal, Senin (11/5).

Menurut Endang, pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter dan integritas generasi muda.

“Belajar harus diimbangi dengan pembentukan karakter. Integritas harus dijaga, dan kegiatan keagamaan seperti pengajian akan memperkuat spiritual mahasiswa,” ujarnya.

Ia optimistis keberadaan kampus baru yang representatif akan meningkatkan jumlah mahasiswa ITBHAS di masa mendatang.

“Sekarang jumlah mahasiswa sekitar 700 orang. Ke depan, dengan kampus yang megah dan representatif ini, kita berharap bisa menampung hingga tiga ribu mahasiswa,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan perguruan tinggi juga akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Jika industri pendidikan ini berkembang besar, maka ekonomi masyarakat sekitar juga akan bergerak. Akan tumbuh kos-kosan, usaha laundry, kuliner, dan berbagai usaha lainnya,” kata Endang.

Kemudian Ia juga menegaskan bahwa pembangunan manusia tidak boleh bersifat eksklusif, melainkan harus melibatkan masyarakat sekitar.

Perpindahan kampus ini menandai babak baru bagi ITBHAS setelah bertransformasi menjadi institut.

Gedung dengan desain modern minimalisdirancang untuk mendukung ekosistem pendidikan digital, menyediakan fasilitas yang lebih representatif bagi mahasiswa program Sarjana (S1) Bisnis Digital, Manajemen, Akuntansi, serta program Magister dan D3 Akuntansi.

Pihak kampus berharap gedung baru ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik, tetapi juga memacu produktivitas dan inovasi seluruh civitas akademika dalam menciptakan lingkungan belajar yang unggul dan kompeten di Sumatera Barat.

Pembangunan masjid dilakukan dengan peletakan batu pertama pembangunan Surau Al-Hidayah di lingkungan kampus baru. Rektor ITBHAS Bukittinggi Prof.Dr. Yulihasri menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan surau tersebut, terlebih setelah aktivitas perkuliahan resmi dipindahkan ke kampus baru.

“Alhamdulillah, setelah minggu lalu kita pindah ke kampus baru, hari ini kita kembali mendapat amanah berupa wakaf pembangunan Surau Al-Hidayah untuk kampus ITBHAS Bukittinggi,” ujarnya.

Ia mengatakan keberadaan masjid kampus tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan pendidikan keagamaan mahasiswa, katanya.

“Selain untuk aktivitas ibadah, surau ini nantinya juga menjadi tempat pembelajaran kurikulum keagamaan dan penguatan karakter Haji Agus Salim bagi mahasiswa,” katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026