Logo Header Antaranews Sumbar

Anggota DPR: Pencairan dana bencana Sumbar dilakukan bertahap

Senin, 11 Mei 2026 17:35 WIB
Image Print
Warga menarik alat bantu penyeberangan yang ditumpangi masyarakat untuk menyeberangi sungai di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade mengatakan pencairan anggaran penanganan bencana yang terjadi di provinsi setempat dilakukan secara bertahap hingga 2028.

"Ini bertahap. Jadi, anggaran bencana ini turun secara bertahap selama tiga tahun yaitu dari 2026, 2027 sampai 2028," kata anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade di Kota Padang, Senin.

Andre yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut mengatakan pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp18 triliun lebih untuk penanganan dampak kerusakan bencana di Sumbar. Namun, adanya efisiensi dan keterbatasan anggaran saat ini, pemerintah terlebih dahulu mengutamakan skala prioritas.

Menurutnya, anggaran penanganan bencana yang diperoleh Sumbar lebih besar daripada Provinsi Sumatera Utara namun masih di bawah Aceh. Hal ini menandai pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap Sumbar pascabencana.

Ia mengatakan setelah mengunjungi beberapa titik terdampak bencana di Sumbar, terdapat beberapa hal yang mesti segera mendapatkan penanganan prioritas salah satunya pembangunan Jembatan Anduriang di Kabupaten Padang Pariaman yang terputus akibat dihantam banjir bandang.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi menargetkan detail engineering design (DED) atau rancangan teknik detail Jembatan Anduring di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman tuntas pada Agustus tahun ini.

Sejumlah tahapan proses review atau tinjauan desain telah dilaksanakan termasuk survei pendahuluan, survei topografi, survei geoteknik dan survei hidrologi. Sementara analisis hidrologi sedang dalam proses advis teknis dari Balai Teknik Sungai di Solo, Jawa Tengah.

Menurut dia, pembangunan Jembatan Anduring pada dasarnya membutuhkan rekomendasi dari Balai Teknik Sungai termasuk kedalaman fondasi ataupun kebutuhan proteksi abutment (pangkal jembatan) yang perlu ditambahkan mengingat dampak kerusakan bencana hidrometeorologi di akhir 2025.

Secara umum, bangunan atas jembatan nantinya akan dibangun dengan rangka baja B70 dengan panjang bentang 2x70 meter atau total 140 meter. Pembangunan jembatan ini diperkirakan menelan biaya Rp45,2 miliar dengan estimasi pelaksanaan sekitar 10 hingga 12 bulan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Legislator: Pencairan dana bencana Sumbar dilakukan bertahap



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026