
BKSDA Sumbar turunkan petugas usai anak kerbau warga digigit harimau (Video)

Lubukbasung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menurunkan petugas untuk menindaklanjuti laporan adanya seekor anak kerbau milik warga Padang Pulau, Gumarang I, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam digigit harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).
"Kita turun ke lokasi delapan orang bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Salareh Aia setelah mendapatkan laporan dari pemerintah nagari setempat terkait anak kerbau mengalami luka-luka digigit harimau, Senin (11/5)," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Senin.
Ia mengatakan petugas melakukan penanganan sesuai standar operasional prosedur sesampai di lokasi berupa verifikasi lapangan, wawancara dengan pemilik kerbau atas nama Suhendri (50).
Setelah itu, mencari keberadaan satwa liar berupa jejak kaki, cakaran dan memasang beberapa kamera jebak untuk pemantauan, karena harimau mengarah ke hutan.
"Kita menemukan jejak kaki dan cakaran harimau di lokasi tersebut," katanya.
Ia menambahkan seekor anak kerbau berkelamin betina terluka pada bagian paha sebelah kanan diduga diserang harimau sumatra, Minggu (10/5) pagi.
Saat bersamaan, tambahnya warga atas nama Yasril (53) melihat dua ekor harimau sumatra di jalan hendak pergi ke kebunnya.
Untuk itu, ia mengimbau warga untuk mengandangkan ternak sekitar rumah agar aman dari serangan harimau.
"Kita belum dapat menduga harimau melukai ternak warga ini satu individu dengan satwa mendekati warga di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Sabtu (2/5)," katanya.
Sementara pemilik ternak Suhendri (50), mengatakan anak kerbau miliknya diserang harimau saat berada di sawah dengan jarak sekitar 300 dari rumahnya.
"Saat saya melihat kerbau, anak kerbau sedang tidur dan paha sebelah kanan mengeluarkan darah. Saya menduga ini diserang harimau, karena di lokasi banyak ditemui jejak kaki," katanya.
Anak kerbau beserta induknya langsung dibawa ke rumah dan diobati oleh dokter hewan.
Termasuk empat ekor kerbau lainnya dibawa ke rumah pada malam hari, agar terhindar dari serangan harimau.
"Enam ekor kerbau saya langsung dibawa ke rumah agar aman dari serangan harimau," katanya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
