Lapas Suliki bolehkan keluarga kunjungi narapidana saat momen Lebaran

id Lapas Suliki,Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki, Limapuluh Kota, Sumatra Barat

Lapas Suliki bolehkan keluarga kunjungi narapidana saat momen Lebaran

Keluarga saling bercengkrama dengan warga binaan pemasyarakatan di dalam Lapas Suliki, pada Selasa (1/4). ANTARA/FathulAbdi

Padang (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki, Limapuluh Kota, Sumatera Barat membolehkan keluarga narapidana yang ingin melakukan kunjungan saat momen Lebaran 2025.

"Akses kunjungan sengaja kami buka agar warga binaan bisa bisa bertemu langsung dengan keluarganya masing-masing saat momen Lebaran," kata Kepala Lapas Suliki Kamesworo di Sarilamak, Selasa.

Ia mengatakan pada hari itu ada 129 keluarga warga binaan yang datang ke Lapas untuk bertemu dan menyambut suka-cita Lebaran.

Ia mengatakan selain dibolehkan masuk ke dalam lingkungan penjara dan bertemu langsung, keluarga juga dibolehkan untuk membawa makanan atau minuman.

Akan tetapi makanan atau minuman itu tidak dibolehkan dalam bentuk kaleng atau berukuran besar dengan alasan keamanan.

Waktu kunjungan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya yaitu pagi dari pukul 08.30 WIB-11.30 WIB, dan siang dari 13.20 WIB-15.00 WIB.

"Setiap keluarga yang datang berkunjung diberikan waktu paling lama setengah jam untuk saling bercengkrama serta melepas rindu," jelasnya.

Setiap pengunjung diwajibkan membawa membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau dokumen lain seperti SIM atau KK.

Menurutnya akses kunjungan bagi keluarga itu sudah dibuka pihaknya sejak Senin (31/3) dan berakhir pada Rabu (3/4) nanti.

Kames menerangkan bagi keluarga yang tidak bisa datang secara langsung pihaknya menyediakan layanan "Video Call" atau panggilan video secara daring.

Ia menjelaskan demi mengawal layanan kunjungan itu Lapas Suliki telah menguatkan pengamanan serta pengawasan terhadap pengunjung.

"Pengawasan tetap dimaksimalkan agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang memang berniat tidak baik dari awal," tegasnya.

Setiap makanan atau minuman yang dibawa oleh keluarga diperiksa petugas secara teliti, serta dilakukan pemeriksaan fisik sebelum mereka masuk ke dalam Lapas.

Untuk diketahui saat ini Lapas Suliki dihuni oleh warga binaan pemasyarakatan sebanyak 131 orang, seluruhnya beragama Islam.