Jalur Limau Manis-Unand Sudah Dapat Dilewati

id Jalur Limau Manis-Unand Sudah Dapat Dilewati

Padang, 16/10 (Antara Sumbar) - Jalan yang menghubungkan Kelurahan Limau Manis menuju ke Universitas Andalas (Unand) Padang mulai Oktober ini sudah dapat dilewati. Menurut Kepala Sub Bagian Humas dan Protokol Eriyanti, di Padang, Rabu Pembangunan Jembatan yang menghubungkan Limau Manis dan Unand telah rampung hanya tinggal penambahan pos keamanan sebelum masuk ke kampus. Dengan rampungnya pembangunan dan jalan ini sudah dapat dipastikan akses ke Unand tidak hanya melalui daerah pasar baru saja. Tapi juga dari Kelurahan Limau Manis Selatan, Bandar Buat hingga Limau Manis. Terbukanya akses baru ini juga dapat mempersingkat perjalanan bagi dosen maupun pegawai serta civitas akademika Unand yang sebagian besar berdomisili di Ulu Gadut ,Bandar Buat, dan Indarung. Selain itu juga terbukanya akses baru ini juga berpotensi meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat Limau Manis sekitar. Ini terlihat dengan mulai banyaknya pembangunan beberapa rumah atau tempat kos-kosan di sekitar jalan tersebut. Diperkirakan ke depan jalan ini akan ramai dengan kendaraan dan masyarakat, sebagaimana yang terjadi pada daerah di Pasar baru, ujarnya. Sementara itu sebelumnya Rektor Unand Werry Darta Taifur mengatakan bahwa pembangunan Jembatan yang menghubungkan Limau Manis dan Unand ini merupakan perwujudan dari keinginan masyarakat setempat. Dengan adanya jalan ini akan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas yang melalui jalan protokol Unand. Ini juga sejalan dengan pembangunan beberapa gedung fakultas dan rencana pemindahan fakultas kedokteran ke kampus Limau Manis. Meskipun begitu Werry berharap adanya dukungan dari Pemkot Padang dan aparat keamanan dalam menjamin keselamatan serta keamanan di daerah Limau Manis tersebut. Dengan terbukanya akses jalan yang baru juga memiliki potensi munculnya tindakan baru yang mengganggu keamanan Unand, kata dia.(den)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.