Berlin, (Antara/AFP) - Tiga orang pekerja tambang meninggal di Jerman bagian timur, Selasa, karena ledakan di tambang garam abu yang dioperasikan K+S, akibat kebocoran gas, kata pemilik tambang tersebut. Kecelakaan tersebut terjadi setelah ledakan yang dikendalikan melepaskan karbon dioksida konsentrasi tinggi di Wera, Unterbreizbach, tempat penambangan garam abu (kalium karbonat) di Thuringia. Sebanyak empat penambang lain juga sedang berada di bawah tanah saat ledakan terjadi di kedalaman 700 meter di bawah permukaan. "Tiga orang meninggal dan empat lagi berhasil diselamatkan," kata perempuan juru bicara industri itu. Ketiga korban yang meninggal berusia 24, 50 dan 56 tahun, K+S menyatakan. "Kebocoran karbon dioksida adalah kejadian setiap hari," kata juru bicara, Ulrich Goebel dari operator tambang K+S, unit terbesar dari perusahaan tambang garam terbsar di dunia. "Tetapi kali ini terjadi dalam jumlah sangat besar tidak seperti biasanya, sehingga gas menekan lapisan tambang yang kemudian menerobos ke luar." Dua tambang dan wilayah kerja di atasnya dapat diungsikan ke tempat aman. K+S Potash mengoperasikan enam tambang di Jerman untuk memproduksi garam bagi pertanian, industri kesehatan dan makanan. (*/sun)
Berita Terkait
Polisi Jambi evakuasi delapan pekerja tambang meninggal akibat longsor
Rabu, 21 Januari 2026 13:22 Wib
1.200 jiwa meninggal dalam bencana banjir dan longsor di Sumatra
Rabu, 21 Januari 2026 10:52 Wib
Legenda Arema meninggal dunia setelah berlaga dalam 100 Tahun Gajayana
Senin, 19 Januari 2026 11:19 Wib
BNPB: 1.189 korban meninggal akibat bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Rabu, 14 Januari 2026 10:36 Wib
BPBD ungkap 16 nama korban meninggal akibat banjir bandang Pulau Siau
Rabu, 7 Januari 2026 10:32 Wib
BNPB: Korban meninggal bencana Sumatera 1.177 orang per 4 Januari
Minggu, 4 Januari 2026 18:54 Wib
Sebanyak 29 orang meninggal dunia kecelakaan lalu lintas selama 2025 di Pasaman Barat
Jumat, 2 Januari 2026 16:52 Wib
Polri masih identifikasi puluhan jenazah korban banjir bandang Sumbar
Selasa, 23 Desember 2025 19:37 Wib
