Padang, (Antara) - Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand) Padang menggelar seminar "Environmental Responsibility" dengan tema Perubahan Iklim: Akibat emisi karbondioksida di Kampus Unand Padang, Senin. "Acara ini untuk memperingati hari jadi Teknik Lingkungan pada 9 September lalu sekaligus Hari Lingkungan Hidup Dunia pada 5 Juni," kata Sekretaris Panitia acara Fani di Padang, Senin. Dia menjelaskan seminar ini merupakan bagian dari kegiatan tahunan dari Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan. Selain seminar, lanjutnya, ada juga antara lain penanamam pohon pada 14/9 ,lomba debat pada Kamis (19/9) dan sepeda santai Minggu (22/9). Dia menyebutkan dalam seminar perubahan iklim ini hadir sebagai narasumber Staf ahli Kemen-LH Dana.A.Kartakusumah, Staf ahli Kementerian ESDM Suriono, serta Kepala Stasiun Global Atmosfer Watch Kotatabang Herizal. Katanya, tujuan pengadaan seminar ini untuk mengenalkan sekaligus memberikan informasi kepada mahasiswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan berupaya untuk mengurangi faktor penyebab perubahan iklim, ujarnya. Sementara itu Dana.A.Kartakusuma mengatakan perlunya beberapa kebijakan dan mitigasi nasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang menjadi salah satu penyebab perubahan iklim. Dia mencontohkan untuk Sumatera Barat seperti rencana pelaksanaan kegiatan mekanisme pembangunan bersih, pelaksanaan monitoring dan evaluasi pasca penghapusan bahan perusak ozon seperti CFC, dan kebijakan bangunan ramah lingkungan. Selain itu dalam Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) yang memfokuskan pada aksi mitigasi pada lahan, energi dan limbah. Khusus untuk lahan terutama gambut, katanya, mitigasi dilakukan melalui beberapa program antara lain Perluasan Pengelolaan Lahan Berbasis Nagari (Pelana), Pengembangan Ekonomi Hijau (Bangau) dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dalam Mitigasi Bencana (Relamina). Sementara dalam bidang energi dalam RAN-GRK Sumbar ini lebih menitikberatkan pada konservasi energi di sektor rumah tangga dan industri, pembaruan energi pembangkit listrik, audit energi, operasi langit biru serta program hemat energi. Menurutnya, hal yang penting dalam RAN-GRK ini juga dalam penanganan limbah seperti pengelolaan sampah dalam program 3R "(Reuse, Recycle, Reduce)", serta program penanganan limbah berbahaya dan logam berat. Namun begitu, katanya, sejauh ini tindakan tersebut belum mencapai sasaran yang diinginkan. "Masih perlu dukungan dari pemerintah, instansi terkait dan masyarakat untuk mewujudkan keberhasilannya," katanya. Sementara itu Rektor Unand Werry Darta Taifur menyambut baik adanya seminar nasional perubahan iklim. Menurutnya ini bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan bagi mahasiswa. (**/den/jno)
Berita Terkait
Skema kerjasama Indonesia-Jerman, Wako Fadly Amran usulkan proyek pelestarian lingkungan
Senin, 12 Januari 2026 19:04 Wib
Rumah Aktivis Sejahtera tanam 10 ribu pohon untuk perbaiki lingkungan
Kamis, 8 Januari 2026 19:43 Wib
Dinas Pertanian dan Pangan Solok kembangkan pertanian hidroponik
Rabu, 7 Januari 2026 16:16 Wib
25 orang penulis muda ikuti lokakarya menulis cerpen tentang lingkungan
Kamis, 18 Desember 2025 20:59 Wib
Wako Solok ajak masyarakat lakukan pemulihan lingkungan usai banjir
Senin, 15 Desember 2025 23:45 Wib
300 ton sampah menumpuk di Bukittinggi, Pemkot tunggu diskresi Menteri Lingkungan Hidup
Selasa, 2 Desember 2025 15:11 Wib
Pakar: Dampak bencana hidrometeorologi tidak murni faktor iklim
Senin, 1 Desember 2025 11:30 Wib
Pemkab Pasaman dukung satkamling digital jaga masyarakat
Minggu, 23 November 2025 18:37 Wib
