Baru 0,3 persen prodi terakreditasi unggul di wilayah LLDIKTI X

id LLDIKTI, LAMEMBA, PTS

Baru 0,3 persen prodi terakreditasi unggul di wilayah LLDIKTI X

Kepala LLDIKTI Wilayah X Afdalisma, M.Pd membuka sosialisasi kebijakan Akreditasi LAMEMBA di Padang, Senin. (ANTARA/Siri Antoni)

Padang (ANTARA) - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X terus mendorong program studi (Prodi) di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) agar terakreditasi unggul karena dari 1.179 Prodi baru empat program studi yang terakreditasi unggul hingga kini.

"Berdasarkan data terbaru pada posisi Januari 2023, LLDIKTI Wilayah X mencatat baru 0,3 persen atau empat Program Studi (Prodi) dari 1.179 Prodi yang terakreditasi unggul," kata Kepala LLDIKTI Wilayah X Afdalisma, M.Pd di Padang, Senin.

Perguruan Tinggi yang ada di lingkungan LLDIKTI Wilayah X saat ini sebanyak 223 PTS, dengan jumlah program studi sebanyak 1.179 prodi, tersebar di Provinsi Sumbar, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau.

Hal itu juga disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah saat membuka secara remsi sosialisasi Kebijakan Akreditasi Prodi Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Managemen, Bisnis, Akutansi (LAMEMBA) dilingkungan LLDIKTI Wilayah X.

Ia menjelaskan, sedangkan program studi yang terakreditasi A tercatat 31, sebanyak 60 prodi terakreditasi baik sekali, dan berjumlah 464 prodi terakreditasi B.

Sementara itu, sisanya terakreditasi baik, cukup, Kadaluarsa, dan bahkan ada belum mempunyai peringkat dan tidak terakreditasi.

Selanjutnya, kata dia, khusus untuk data akreditasi program studi cakupan LAMEMBA, yang ada di lingkungan LLDIKTI Wilayah X, berjumlah sebanyak 192 Prodi.

Dari jumlah itu, enam Prodi terakreditasi A, dan lima Prodi terakreditasi baik sekali, serta sebanyak 76 Prodi terakreditasi B. Sedangkan sisanya terakreditasi cukup, kadaluarsa dan belum mempunyai peringkat.

"Berdasarkan data tersebut, artinya masih banyak lagi yang ingin, dan harus kita tingkatkan dan tentunya tidak bisa bergerak sendiri. Inilah yang ingin kami genjot sekaligus secara keunggulan, dan yang belum terakreditasi ini akan betul-betul kita dorong dan kita intensifkan, sehingga menjadi terakreditasi,"katanya.

Memurut dia, akreditasi menjadi penting karena kita mendongkrak untuk Sistem Penjaminan Mutu Internalnya, salah untuk mengujinya tentu melalui akreditasi.

Ia mengajak, semua pimpinan PTS dan Prodi untuk terus semangat menyatukan visi. Terkait konteks utama adalah kualitas lulusan menjadi nomor satu, tetapi potret secara institusi, sistem penjaminan mutu internal dan eksternal, dalam hal ini konteksnya adalah akreditasi, haruslah menjadi perhatian semua.

"Mudah-mudahan, apa yang kita cita-citakan bersama dengan niat baik sehingga dapat membuktikan hasil yang maksimal. Manfaatkanlah kesempatan sosialisasi dari LAMEMBA ini dengan sebaik-baiknya, untuk betul-betul memahami, informasi terkait akreditasi dari para narasumber kita yang sangat kompeten ini," imbaunya.

Semoga dapat memotivasi, semua Perguruan Tinggi agar tidak ada lagi Prodi yang tidak terakreditasi, sampai beberapa tahun ke depan.

"Kami LLDIKTI Wilayah X tak bisa apa-apa kalau gerakan ini tidak dimulai dari para pimpinan PTS, dan pimpinan program studi. Semoga kegiatan ini dapat memberikan hal yang konstruktif, dan sangat positif bagi kemajuan dan pengembangan Perguruan Tinggi,"katanya.

Direktur Eksekutif LAMEMBA, Prof. Dr. Ina Primiana, SE, MT menyampaikan melalui sosialisasi ini pimpinan program studi bisa mengetahui instrumen untuk memenuhi syarat dapat akreditasi tersebut.

Setidaknya ada sembilan kriteria, 27 demensi dan 74 indikator harus diketahui oleh pihak program studi dalam pengajuan akreditasi.

Namun perlu menjadi perhatian dalam pengisian Dokumen Evaluasi Diri (DED) dan Dokumen Kinerja Proram Studi (DKPS), agar tidak minim data yang diupload ke sistem atau aplikasi LEXA.

"Inilah yang kita sampaikan tadi supaya bisa memasukan data makismal mungkin, terus mudah dibaca dan dimengerti supaya asesor penilaian lebih enak. Tapi kalau tidak lengkap dan linknya sulit dibuka, tentu nilainya akan seadanya dan bisa dikembalikan," sarannya.

Justru itu, pimpinan program studi harus hati-hati dalam pengisiannya dan tidak mesti tergesah-gesah, nanti tak sesuai harapan.

"Dalam pengisian dokumen pimpinan prodi sudah bisa mengukur posisinya diperingkat berapa, sehingga kegiatan apa yang bisa mendukung,"ujarnya.