20 nagari di Agam berstatus mandiri berdasarkan IDM

id Nagari Agam,Berita agam,Berita sumbar,Indeks Desa Membangun

20 nagari di Agam berstatus mandiri berdasarkan IDM

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Agam, Deswita. Dok Himas Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan 20 dari 82 nagari atau desa adat di daerah itu berstatus mandiri berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM).

"IDM ini diukur dari tiga indikator seperti Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), Indeks Ketahanan Sosial (IKS) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL)," kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Agam, Deswita di Lubukbasung, Senin.

Ia mengatakan, ke 20 nagari berstatus mandiri seperti, Nagari Ampang Gadang, Biaro Gadang, Panampuang, Kubang Putiah, Padang Lua, Taluak Ampek Suku, Bukik Batabuah, Canduang Koto Laweh, Lubukbasung dan Manggopoh.

Kemudian Nagari Matua Mudiak, Salareh Aia, Sungai Pua, Tiku Selatan, Bayua, Duo Koto, Koto Kaciak, Maninjau, Sungai Batang dan Gadut.

Dengan kondisi itu, maka Agam berada pada posisi 37 dari 434 kabupaten maju di Indonesia.

“Kita berharap nagari ini dapat pertahankan statusnya sebagai mandiri, jangan sampai menurun karena pengukuran IDM dilaksanakan setiap tahunnya,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan IDM itu sebanyak 54 nagari berstatus maju dan delapan nagari berkembang.

Bagi nagari yang berstatus maju dan berkembang akan diperkuat dimana kelemahannya, sehingga statusnya bisa meningkat jadi mandiri.

Untuk mewujudkan itu, tambahnya, tentu melalui pembangunan-pembangunan yang dilakukan dengan memanfaatkan dana desa bersumber dari APBN dan Alokasi Dana Nagari (ADN) bersumber dari APBD setiap tahunnya.

Tahun ini dana desa diperoleh Rp75 miliar dan ADN Rp76 miliar yang diperuntukkan bagi 82 nagari di Agam. Dana desa dan ADN sangat besar pengaruhnya dalam membangun nagari untuk mewujudkan suatu daerah yang maju.

"Nagari bisa dikatakan mandiri atau maju apabila kesejahteraan masyarakatnya meningkat, tersedianya sarana prasarana memadai, perbaikan lingkungan dan lainnya. Di Agam tidak ada lagi nagari yang berstatus tertinggal dan sangat tertinggal," katanya.

Pewarta :
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.