Payakumbuh (ANTARA) - Sebanyak 206 warga Kota Payakumbuh, Sumatera Barat penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, dan lanjut usia terlantar telah menerima bantuan permakanan dari pemerintah daerah setempat melalui Dinas Sosial.
Plt. Kepala Dinas Sosial B. Nasution di Payakumbuh, Rabu, mengatakan pemberian Bantuan Permakanan merupakan salah satu kegiatan dalam rangka pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) bidang sosial kewenangan Kabupaten/Kota.
"Kita menyerahkannya selama dua hari pada 19-20 Juli 2022, jumlah penerima bantuan awalnya ada sebanyak 246 orang namun dikarenakan adanya perluasan PKH dan program Sembako/BNPT, jumlah penerima berkurang menjadi 206 orang saja," katanya.
Ia mengatakan bahwa penyaluran dilakukan di 5 kecamatan dengan 14 titik lokasi penyaluran yakni Kecamatan Payakumbuh Barat 66 orang, di Payakumbuh Utara 70 orang, di Payakumbuh Timur 36 orang, di Payakumbuh Selatan 12 orang, dan di Lamposi Tigo Nagori 22 orang.
"Tidak dapat menerima 40 orang lainnya itu karena mereka sudah mendapatkan bantuan lain sehingga tidak dapat menerima bantuan permakanan ini. Perorang anggaran Rp750 ribu," ungkapnya.
Sementara itu, untuk jenis bahan makanan yang diberikan yaitu Beras 15 kilogram, Gula Pasir 3 kilogram, Kacang Hijau 3 kilogram, Susu Bubuk Full Cream 3 kotak, dan Telur 3 tray.
"Tak hanya menjamin kesehatan masyarakat melalui pembiayaan BPJS lewat PBI, Pemerintah Kota Payakumbuh sangat peduli dengan disabilitas, untuk itu kita berharap bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban hidup masyarakat," katanya.
Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang merencanakan dan berusaha agar pemberian bantuan permakanan dapat dilaksanakan sekali empat bulan dan akan diusulkan di anggaran 2023.
