Menhut: Sektor Kehutanan Bisa Jadi Andalan Negara

id Menhut: Sektor Kehutanan Bisa Jadi Andalan Negara

Menhut: Sektor Kehutanan Bisa Jadi Andalan Negara

Zulkifli Hasan

Jakarta, (Antara) - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menilai sektor kehutanan bisa kembali menjadi andalan bagi penerimaan negara, apabila seluruh pihak mau memanfaatkan dan mengelola hutan dengan baik. "Sektor kehutanan bisa jadi andalan lagi, makanya harus kita galakkan kebiasaan menanam pohon," kata Menhut Zulkifli Hasan seusai membuka Rapat Koordinasi Kediklatan dan Pengembangan SDM Kehutanan, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin. Dia mengatakan Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam hal pengelolaan hutan, yakni sinar matahari yang ada sepanjang tahun. Dengan demikian pohon di Indonesia seperti jenis Sengon, dapat cepat panen, hanya dalam waktu lima tahun. "Bandingkan dengan Eropa, di sana pohon bisa panen atau benar-benar menjadi sebuah pohon yang kokoh setelah 100 tahun," kata dia. Dia mencontohkan di Swedia, produksi kayu mampu mencapai 110 juta kubik per tahun, atau hampir tiga kali lebih banyak dari produksi kayu nasional yang sebesar 40 juta kubik per tahun. Padahal, kata dia, luas hutan di Swedia lebih sedikit dibandingkan Indonesia. "Penghasilan Swedia dari kayu sekitar Rp1.000 triliun, sedangkan Indonesia penerimaan negara bukan pajak dari produksi kayu Rp4 triliun, kan dikit sekali dari potensi yang seharusnya besar. Kalau kita rajin menanam, kita bisa," ujar dia. Menhut mengatakan Indonesia perlu mencontoh Swedia dalam hal pengelolaan hutan yakni dengan memenuhi seluruh lahan kosong dengan pohon. "Swedia seluruh daratannya tidak ada yang tidak tertanami dengan baik. Kalau di Indonesia walaupun teorinya pemotongan kayu itu tebang pilih, tapi (kenyataannya) tebangnya terus, tanamnya tidak," kata dia. Dalam kesempatan itu Menhut juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah merupakan penanggung jawab terdepan kehutanan nasional, sebab mayoritas kewenangan pengelolaan hutan berada di tangan otoritas daerah. Menurut dia, dari kawasan hutan nasional yang seluas 130,68 juta hektar, sebanyak 80 persennya merupakan Hutan Lindung dan Hutan Produksi yang pengelolaannya menjadi otoritas pemda, sedangkan sisanya merupakan otoritas pemerintah pusat. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.