Mudahkan masyarakat, Satlantas Polres Pasbar "jemput bola" layani pengurusan SIM

id polres pasaman barat,pengurusan sim

Mudahkan masyarakat, Satlantas Polres Pasbar "jemput bola" layani pengurusan SIM

Jajaran Satuan Lalu-Lintas Polres Pasaman Barat saat "jemput bola" memberikan pelayanan pengurusan SIM ke masyarakat di nagari, jorong atau desa di Ujung Gading. (Antara/Satlantas Polres Pasbar)

Simpang Empat (ANTARA) - Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat melalui Satuan Lalu-Lintas melakukan pelayanan "jemput bola" pengurusan SIM sampai ke tingkat nagari, desa atau jorong.

"Kegiatan itu dalam rangka mendukung presisi atau program Kapolri untuk memberikan pelayanan yang mudah bagi masyarakat," kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kepala Satuan Lalu Lintas Iptu Indra Kusuma di Simpang Empat, Jumat.

Ia mengatakan pelayanan sampai ke tingkat bawah itu dilakukan dalam rangka memudahkan masyarakat mengurus SIM.

Masyarakat yang jauh dari kantor Satlantas tidak perlu lagi datang ke kantor Satlantas karena memakan waktu dan biaya.

"Pasaman Barat ini daerahnya luas dan membutuhkan waktu dan biaya ke kantor Satlantas di Simpang Empat. Contohnya dari Ranah Batahan membutuhkan waktu 3 jam lebih ke Simpang Empat. Untuk memudahkan, kita yang mendatangi masyarakat ke bawah," ujarnya.

Teknis pelaksannnya, katanya pihaknya melibatkan perangkat nagari atau desa yang ada dan pemuka masyarakat setempat.

Perangkat nagari itu nantinya mendata dan menginformasikan ke masyarakat tentang pelayanan SIM itu.

Setelah data dapat dan diketahui maka pemohon akan dikumpulkan di suatu tempat.

Kemudian Satlantas Polres Pasaman Barat turun ke bawah mendatangkan petugas kesehatan dan psikologi dan mobil pelayanan Satpas kebawah.

"Setelah itu SIM dibuat dan petugas yang nantinya mengantarkan kembali ke masyarakat. Artinya kita antar langsung," sebutnya.

Pihaknya menginginkan adanya kesadaran masyarakat yang jauh dari ibukota kabupaten untuk mengurus SIM.

Sebab, katanya jika terjadi kecelakaan maka asuransi kecelakaan bisa diklaim. Artinya jika SIM ada maka legal untuk asuransi.

"Program jemput bola ini tetap melalui prosedur pengurusan SIM seperti biasa. Dari yang sudah kita jalani minat masyarakat cukup tinggi, rata-rata tiap daerah melakukan 15 permohonan membuat SIM," ujarnya.*
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar