Pemkot Solok terima kunjungan DPRK Aceh Utara

id berita solok,berita sumbar,narkoba

Pemkot Solok terima kunjungan DPRK Aceh Utara

Pemerihan Kota Solok terima kunjungan DPRK Aceh Utara. (antarasumbar/HO)

Kami masih merasa kurang dari Kota Solok terhadap pencegahan narkoba,
Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solok menerima kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dalam rangka melihat upaya pencegahan narkoba dan kampung anti narkoba di Kota Solok.

Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali di Solok, Rabu, mengatakan tujuan kunjungannya ke Kota Solok ialah dalam rangka melihat upaya pencegahan narkoba dan kampung anti narkoba di kota itu.

"Kami masih merasa kurang dari Kota Solok terhadap pencegahan narkoba, mudah-mudahan melalui kunjungan ini banyak yang bisa kami adopsi untuk Aceh Utara nantinya," ujar dia.

Ali juga mengakui di daerahnya agak kawalahan menghadapi kasus narkoba. Hal itu disebabkan karena Aceh Utara daerah yang cukup luas di Indonesia, yakni terdiri atas 27 Kecamatan dan 850 desa dengan jumlah penduduk lebih kurang 619.407 jiwa.

Selain itu, menurut Ali jika dilihat dari letak geografisnya, Kota Solok tentu juga memiliki potensi risiko yang tinggi terhadap peredaran narkoba. Namun, malah sebaliknya.

Untuk itu DPRK Aceh Utara mencoba melakukan kunjungan ke Kota Solok dalam rangka mempelajari upaya pencegahan narkoba di kota itu.

"Ternyata cara pencegahan perkembangan bahaya narkoba di Kota Solok, yakni dengan membentuk posko kampung anti narkoba di setiap kelurahan. Makanya kami ke sini untuk berbagi informasi agar bisa kami terapkan nantinya di daerah kami," ucap Ali.

Ali menilai dengan adanya posko kampung anti narkoba, tentu semakin terlihat kepedulian generasi muda dari ancaman narkoba itu sendiri.

"Melalui posko-posko kampung anti narkoba di setiap kelurahan sebagai bentuk peduli kita kepada anak, cucu dan kemenakan, apabila kita tidak peduli dengan anak kemenakan kita maka akan hancurlah generasi penerus kita," kata dia.

Menurutnya dengan selalu memantau posko-posko ke setiap kelurahan yang tetap aktif, tentunya apa yang sudah dicanangkan harus dikawal.

"Generasi penerus kita, butuh kita bersama dalam pemberantasan narkoba, jangan sampai mereka terjerumus dalam hal tersebut," ujar dia.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan DPRK Aceh Utara merupakan lembaga legislatif yang menjadi mitra kerja pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Selain itu, kantor DPRK Aceh Utara yang sebelumnya berada di Kota Lhokseumawe, sekarang dipindahkan ke induk ibu kota Aceh Utara yang berada di Landing, Lhoksukon. Kemudian, DPRK Aceh Utara memiliki 45 orang anggota yang berasal dari 11 partai politik, dengan perolehan suara mayoritas diraih oleh Partai Aceh.

Di samping itu, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra Solok, Nova Elfino mengatakan sebuah kehormatan bagi pemerintah Kota Solok atas kunjungan kerja DPRK Aceh Utara.

"Semoga nyaman selama berada di Kota Solok dan tentunya apa yang menjadi tujuan ke sini sesuai harapan dan ada yang bisa dibawa nantinya," kata dia.

Nova menyebutkan Kota Solok merupakan sebuah kota kecil yang terdiri atas dua kecamatan, yakni Kecamatan Lubuk Sikarah dan Kecamatan Tanjung Harapan dengan luas wilayah 57,64 km².

"Kota Solok sebuah kota kecil yang berada di persimpangan jalur masuk dan keluar Sumatera Barat. Dengan kondisi yang dimiliki ini kami bercita-cita menjadi kota perdagangan jasa yang maju dan modern" ucap Nova.

Selain itu, ia mengatakan dengan keterbatasan yang dimiliki Kota Solok, pemerintah setempat akan tetap berupaya melakukan pengembangan untuk pelayanan kepada masyarakat.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar