Toronto, (ANTARA) - Produk makanan dan minuman Indonesia mampu bersaing di pasar Kanada, asalkan produknya bisa memberikan nilai tambah kepada konsumen dan punya keunikan. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Konjen RI Toronto Julang Pujianto dalam acara pameran makanan dan minuman untuk pasar Amerika Utara (SIAL Canada 2013) di Toronto, Kamis. Julang mengatakan cukup banyak produk Indonesia yang masuk ke Kanada sebagai bukti bahwa produk makanan/minuman Indonesia mampu bersaing di Kanada. "Starbuck di Kanada itu menjual kopi luwak Indonesia, supermarket Kanada T&T juga sudah menjual produk kecap dan Indomie dari Indonesia,"katanya. Ketua umum GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia) Adhi Lukman mengatakan, setelah survei ke beberapa pasar di Toronto dan melihat produk makanan yang disediakan, iamelihat banyak produk Indonesia yang kualitas, rasa, dan pengemasan jauh lebih baik dibandingkan dengan produk-produk negara lain. "Dari tiga hari pameran di SIAL Canada 2013 cukup banyak pembeli potensial yang datang ke booth Indonesia untuk menjajaki produk yang kami pasarkan," kata Adhi Lukman, yang juga Direktur PT NiramasUtama, yang menjual produk Nata De Coco, Aloevera, Jelly. Seorang importir produk makanan/minuman Indonesia di Vancouver, Kanada, Saleh Tjandra dari VITIC Enterprise Inc, yang juga ikut pameran, mengatakan, sudah tiga tahun ini impor mie sedap (Wing Group), kecap ABC, dan Kopiko dari Indonesia ke Kanada ternyata permintaan terus meningkat. "Awal usaha penetrasi produk makanan dan minuman Indonesia hanya satu kontainer 20 feet perbulan untuk berbagai macam produk tersebut, kini sudah satu kontainer berukuran 40 feet," kata Saleh. Produk Mie Sedap, kecap ABC dan Kopiko sudah berhasil masuk supermarket di Kanada sepertiT&T. "Bahkan beberapa restoran makanan terkemuka Kanada sudah menggunakan kecap manis ABC, menggusurkecap dari negara Asia lainnya," ujar dia. Menurut Saleh, produk krupuk, kopi dan mie dari Indonesia, punya potensi besar berhasil masuk pasar Kanada. "Indonesia punya banyak sekali variasi krupuk, mulai dari krupuk udang dan emping, yang bisa masuk pasar Kanada karena keunikan dan rasanya yang pasti dapat diterima oleh lidah masyarakat Kanada yang multietnis karena merupakan negara imigran,"katanya. Managing Director PT Aksara Kencana Putra, Henry Tedjasaputra mengemukakan, selain mendapat calon pembeli yang serius, ada permintaan sebuah universitas di Toronto untuk membantu melakukan riset pasar untuk produk madu (honey lemon) yang dipromosikannya. "Surat permintaan riset pasar itu sudah masuk dan dikirim via email. Ini merupakan hasil bagus dari ikut pameran di SIAL Canada 2013,"kata dia. Apalagi tambahnya madu Indonesia memang terkenal sebagai salah satu madu yang terbaik di dunia," kata Henry yang mempromosikan Fresh Honey Natural, Red Sugar Block, Palm Sugar, dan Green Tea. Bantuan Kemendag Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Kemendag, Pradnyawati mengatakan, telah membantu para pengusaha Mamin untuk promosi dan pameran dagang di SIAL Canada 2013. "Kami berikan tiket dan sediakan booth gratis bagi mereka sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan ekspor di sektor ini," katanya. Menurut dia, Kanada merupakan pasar yang potensial untuk produk Mamin Indonesia karena ini merupakan negara imigran multietnis. "Jika mau masuk pasar Amerika maka bisa melalui Kanada," katanya. Jarak yang jauh antara Indonesia - Kanada bukanlah halangan. Buktinya, produk Mamin dari Malaysia sudah banyak yang masuk ke Kanada. "Jauhnya Malaysia-Kanada kan hampir sama dengan Indonesia. Oleh sebab itu, evaluasi penggunaan freight forwading sangat diperlukan agar harga di pasar Kanada bisa kompetitif," tambah Pradnyawati. Produk makanan dan minuman Indonesia merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang berkontribusi terhadap ekspor dan impor produk non migas Indonesia. Pada tahun 2012, nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia tercatat 4.49 miliar dolar AS dengan tren dari tahun 2008-2012 yang meningkat sebesar 15,59 persen. Pada tahun 2012, Kanada menduduki peringkat ke 28 negara tujuan ekspor produk makanan dan minuman Indonesia dengan nilai sebesar 20,14 juta USD dan trend dari tahun 2008-2012 tercatat meningkat 13.,9 persen. Adapun produk ekspor makanan dan minuman Indonesia ke pasar Kanada adalah sarang burung, kerang- kerangan, kepiting, udang, tuna, teh hitam, kacang mete, pasta udang, dan biskuit. Di sisi lain, impor produk makanan dan minuman dari Kanada ke Indonesia tercatat 14.99 juta USD dan menduduki peringkat ke 29 negara asal impor produk makanan dan minuman dengan trend 2008-2012 mengalami penurunan rata-rata tiap tahunnya sebesar 3,75 persen. Produk makanan dan minuman yang diimpor Indonesia dari Kanada antara lain kentang, kacang-kacangan, es krim, ekstrak sayuran, suplemen, sayuran. (*/sun)
Berita Terkait
Spesialis Gizi: Food genomics bisa dukung perbaikan tren kesehatan
Minggu, 11 Januari 2026 11:13 Wib
Makanan untuk memenuhi protein dan kalsium anak selain susu sapi
Minggu, 11 Januari 2026 10:44 Wib
Keragaman pangan bantu kesehatan saluran cerna anak
Jumat, 9 Januari 2026 10:11 Wib
Cegah anemia defisiensi besi dengan asupan gizi
Kamis, 8 Januari 2026 20:54 Wib
Kiat menyiapkan makanan bergizi sederhana untuk anak
Kamis, 8 Januari 2026 19:22 Wib
Wisatawan wajib cicipi lontong khas Padang
Kamis, 25 Desember 2025 15:33 Wib
Pemkot Pariaman bantu 60 UMKM olah makanan dan minuman kekinian
Rabu, 24 Desember 2025 19:28 Wib
Polda Sumbar salurkan ratusan ribu makanan ke warga terdampak bencana
Senin, 22 Desember 2025 4:43 Wib
