Rumah kelahiran Rahmah El Yunusiyah dijadikan museum

id Rahmah El Yunusiyah , Diniiyyah Puteri ,Buya Hamka,museum Rahmah El Yunusiyyah

Rumah kelahiran Rahmah El Yunusiyah dijadikan museum

Galeri foto museum Rahmah El Yunusiyyah. (ANTARA/HO-Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang (ANTARA) - Rumah kelahiran dan tempat tumbuh pendiri perguruan puteri Diniiyyah Puteri Rahmah El Yunusiyah di Padang Panjang, Sumatera Barat dijadikan sebagai museum oleh pihak perguruan guna memberi inspirasi bagi perempuan masa kini.

"Rahmah El Yunusiyah lahir dan tumbuh di masa penjajahan namun beliau dengan pemikiran dan semangatnya berhasil mendirikan sekolah perempuan pertama bernama Diniyyah Puteri," kata Kepala Yayasan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan El Muhammady di Padang Panjang, Kamis.

Alasan lainnya, banyak orang yang ketika berkunjung ke Diniyyah Puteri kerap bertanya di mana rumah wanita yang lahir pada tahun 1900 tersebut atau adakah museum yang memberikan informasi seputar beliau.

Dengan pertimbangan tersebut pihak yayasan bersama keluarga besar akhirnya bermusyawarah untuk menjadikan rumah kelahiran Rahmah El Yunusiyyah yang berlokasi di Jalan Abdul Hamid seberang Masjid Ashliyah untuk dijadikan museum.

Ia menerangkan di dalam rumah yang dijadikan museum itu sampai saat ini masih terdapat barang-barang peninggalan pendiri sekaligus pemimpin sekolah tersebut.

Saat memasuki museum, pengunjung lebih dulu bertemu dengan kamar tidur Rahmah El Yunusiyah dan masih terdapat perabotan yang pernah digunakannya seperti lemari, tempat tidur dan mesin tik.

Museum juga dilengkapi dengan galeri foto pendiri Diniyyah Puteri, kalimat inspiratif dari beliau, perpustakaan berisi buku tentang Rahmah El Yunusiyyah dan buku-buku yang pernah beliau baca serta ruang audio visual bagi pengunjung jika ingin melihat sejarahnya.

Di samping itu juga terdapat surat-surat yang beliau tulis yang berisikan upayanya untuk memberikan ilmu pengetahuan bagi perempuan masa itu.

"Beliau pernah berkirim surat pada ayah Buya Hamka. Isinya berupa permintaan beliau agar Buya Hamka dapat memberikan ilmunya pada para santri," katanya.

Ia mengatakan museum ini belumlah diresmikan namun sudah dikunjungi oleh banyak wisatawan dari berbagai daerah.

"Kami berharap setelah pengunjung mampir ke museum, mereka bisa mendapat inspirasi khususnya perempuan agar selalu semangat dan tidak mudah menyerah seperti yang pernah dilakukan oleh Rahmah El Yunusiyah," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar