Jual emas palsu di Muara Labuh, tiga tersangka ditangkap dan puluhan juta rupiah berhasil diamankan

id jual emas palsu,polres solok selatan,polsek sungai pagu,penjualan emas palsu di muaralabuh

Jual emas palsu di Muara Labuh, tiga tersangka ditangkap dan puluhan juta rupiah berhasil diamankan

Ilustrasi emas palsu. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Padang Aro (ANTARA) - Pihak kepolisian dan warga berhasil meringkus tiga orang yang diduga melakukan penipuan dengan menjual emas palsu di tiga toko emas yang berada di Nagari Pasar Muara Labuh, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Sabtu.

Kepala Polres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto melalui Kapolsek Sungai Pagu AKP Harry Mariza Putra di Padang Aro, Sabtu mengatakan penangkapan pertama dilakukan oleh warga terhadap Arif (39) dan Zal (48) di Pasar Muara Labuh setelah menjual emas palsu yang terbuat dari tembaga yang dilapisi emas.

Penangkapan dua tersangka itu berawal saat mereka ketahuan menjual emas palsu di toko emas Nirwana, milik Irwan (35), di Pasar Muara Labuh sekitar pukul 11.00 WIB.

Setelah transaksi jual beli emas senilai Rp10 juta selesai, Irwan melebur emas tersebut. Saat peleburan, Irwan menemukan kejanggalan karena emas yang baru dibeli dari warga Kota Padang tersebut ternyata palsu.

Setelah mengetahui emas tersebut palsu, Irwan mengejar para tersangka yang masih berada di sekitar tokonya. Kedua tersangka berhasil ditangkap dan diserahkan ke pihak kepolisian.

Dalam penangkapan kedua tersangka, polisi mengamankan barang bukti emas palsu tersebut dan uang hasil penjualan emas.

Menurut keterangan tersangka, kata Harry, mereka berjumlah empat orang dengan mengendarai mobil dari Padang. Dua orang berhasil kabur dan dikejar pihak kepolisian.

Setelah dilakukan pengejaran, satu tersangka bernama Ade (33) berhasil ditangkap di Jorong Bariang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir sekitar pukul 17.45 WIB.

Dari penangkapan Ade, polisi berhasil menyita uang Rp10 juta yang diduga hasil penjual emas palsu.

"Satu lagi kini masih buron. Kami masih mengembangkan kasus ini," ujarnya.

Ia menambahkan, selain menjual emas di Toko Emas Nirwana, para tersangka juga menjual di dua toko emas, yakni di Toko Emas Tamzir dengan nilai jual Rp10 juta, dan toko emas milik Dedi berjumlah sepuluh emas dengan nilai Rp17 juta.

"Semua barang bukti berhasil diamankan. Penangkapan ini kita lakukan kurang dari 24 jam," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, dirinya mengimbau masyarakat agar waspada mengingat dengan mahalnya harga emas saat ini akan dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk menipu.

"Jangan langsung percaya jika ada orang tak dikenal ingin menjual emas atau apapun dengan alasan terdesak oleh keadaan," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar