Pemkab Solok perpanjang libur sekolah hingga 21 April cegah penularan COVID-19

id Bupati SolokGusmal,perpanjang libur sekolah,berita solok,solok terkini,belajar di rumah,#dirumahaja

Pemkab Solok perpanjang libur sekolah hingga 21 April cegah penularan COVID-19

Bupati Solok, Gusmal (tengah memakai baju putih) saat memberi arahan pada kegiatan penyemprotan disinfektan bersama di wilayah Kabupaten Solok. (Foto Humas)

Arosuka, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat memperpanjang libur sekolah dari tingkatPAUDhingga SMA hingga 21 April 2020 untuk memaksimalkan pencegahan penularanCOVID-19.

"Siswa akan melaksanakan kegiatan belajar di rumah, dan initermasuk sekolah swasta MIN/MIS, MTS dan MAN di bawah kewenangan Kemenag," kata Bupati SolokGusmal melalui Kabag Humas Kabupaten SolokSyofiar Syam di Arosuka, Rabu.

Ia menjelaskan libur yang sebelumnya hanya sampai 2 April 2020 diperpanjang karena telah ditemukannya beberapa kasus COVID-19 di Sumbar dan dikhawatirkan akan terjadi penularan jika kegiatan belajar aktif dilakukan.

Menurutnya, siswa tetap belajar di rumah dan diawasi guru dengan memberikan tugas sesuai program pembelajaran yang dipantau melalui grup.

"Ketika rapat koordinasi yang juga dihadiri Kemenag Kabupaten Solok, sekolah di bawah Kemenag juga menyesuaikan diri dengan keputusan Pemkab Solok," ujarnya.

Ia menyebutkan meski diliburkan, siswa diminta untuk tetap belajar di rumah masing-masing.

"Sebelum diliburkan, seluruh siswa SD hingga SMA akan diberikan tugas belajar yang harus dikerjakan di rumah, jadi aktivitas belajar tetap dilakukan meski libur untuk sementara waktu," ujarnya.

Pihaknya meminta orang tua untuk tetap mengawasi anak agar tetap belajar. Pengawasan penuh diserahkan pada orang tua masing-masing.

Diingatkannya, siswa yang diliburkan agar tidak memanfaatkan waktu luang dengan mengunjungi tempat-tempat wisata (keramaian), sementara waktu disarankan untuk berkegiatan di lingkungan rumah yang diawasi orang tuanya.

"Ini yang perlu dipahami bersama, keputusan meliburkan siswa dilakukan untuk menghindari keramaian dalam rangka mencegah atau meminimalisir potensi penyebaran corona, jangan malah dimanfaatkan untuk berwisata," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Zulkisar mengatakan, seluruh guru yang mengajar di sekolah tetap memantau kegiatan dan tugas belajar anak didik.

"Guru bisa melakukan pemantauan terhadap anak didik melalui media komunikasi yang ada. Tidak ada kebijakan khusus, guru harus tetap datang ke sekolah atau melakukan pemantauan dari rumah, untuk mekanismenya diserahkan ke sekolah masing-masing," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar