Padang Panjang (ANTARA) - Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat dapat menjadi pilihan pendidikan non-formal bagi masyarakat setempat karena menyediakan pilihan program keterampilan.
Kepala SKB Padang Panjang Armaenisma di Padang Panjang, Rabu, mengatakan SKB sebelumnya merupakan UPTD Sanggar Kegiatan Belajar yang pada 2016 beralih fungsi menjadi satuan pendidikan non-formal sesuai Perwako yang dikeluarkan Mei 2017.
SKB merupakan sarana pendidikan gratis untuk masyarakat yang menyediakan sejumlah program keterampilan, pendidikan anak usia dini (PAUD) dan program kesetaraan paket A, B dan C.
SKB Padang Panjang berlokasi di Jalan Bundo Kanduang, Kelurahan Guguk Malintang, samping Polsek Padang Panjang. Saat ini operasional SKB berada di bawah Pemkot Padang Panjang.
Anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah itu, ujarnya, umumnya anak yang bersikap bertentangan dengan aturan di sekolah sebelumnya sehingga dikeluarkan dari sekolah.
"Anak-anak yang putus sekolah atau mereka yang membutuhkan keterampilan khusus bisa mendapatkan bimbingan di SKB ini secara gratis," katanya.
Kondisi peserta didik yang demikian, menurutnya menjadi tantangan tersendiri untuk mengubah mereka menjadi lebih disiplin. Tidak jarang mereka mangkir dari kelas dan hanya hadir saat tiba waktu ujian.
"Namun untuk kegiatan berupa keterampilan, mereka antusias mengikuti," katanya.
Ia menerangkan jadwal pembelajaran di SKB untuk paket A dan B dilaksanakan pada Senin sampai Rabu pukul 8.00 sampai 12.00 WIB. Siang harinya pukul 12.00 sampai 16.00 WIB dilanjutkan kelas untuk paket C.
Pada Kamis dan Jumat peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakulikuler berupa kesenian dan berbagai ilmu keterampilan.
Salah satu lulusan SKB tahun 2017 Neta, sudah berhasil menjadi seorang wirausaha dengan produk kerajinan berupa tas rajut.
Di SKB ia memilih mengikuti pelatihan merajut sehingga saat ini sudah menjalankan usaha sendiri dengan penghasilan mencapai Rp2 juta dalam satu minggu.
