Agar tak bobol, TP4D Kejari Pariaman dampingi proyek senilai ratusan miliar di Padang Pariaman

id Kejari Pariaman,Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah ,Padang Pariaman

Agar tak bobol, TP4D Kejari Pariaman dampingi proyek senilai ratusan miliar di Padang Pariaman

Kajari Pariaman Efrianto usai menekan MoU kerja sama antara pihaknya dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di Pariaman, Senin. (Antara/Aadiaat M. S.)

​​​​​​​Pariaman (ANTARA) - Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Pariaman, Sumatera Barat, mendampingi 14 pembangunan strategis dengan besar anggaran sekitar Rp136 miliar yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman selama 2019.

"Fungsi TP4D ini salah satunya mencegah terjadinya penyimpangan anggaran," kata Kajari Pariaman Efrianto usai menekan MoU kerjasama antara pihaknya dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di Pariaman, Senin.

Ia mengatakan pencegahan tersebut karena saat ini pendekatan hukum bukan sekadar berapa orang yang ditindak dan dipenjara namun juga berapa besar keuangan negara yang bisa diselamatkan.

Ia menyampaikan selama ini pihaknya telah membantu menyelamatkan anggaran pendapatan daerah Kabupaten Padang Pariaman melalui peningkatan retribus dan pajak serta membantu penagihan kepada pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah PDAM yang menunggak.

Pendampingan tersebut terus dilanjutkan melalui perpanjangan kerja sama yang selama ini terjalin agar pembangunan di Padang Pariaman tepat sasaran, tepat mutu, dan bermanfaat.

Ia menyebutkan adapun pembangunan strategis yang didampingi oleh TP4D itu pada tahun ini yaitu di antaranya PDAM, pembangunan Masjid Raya Padang Pariaman, Kantor DPRD Padang Pariaman, Kawasan Terpadu Tarok, dan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia.

"Pendampingannya masih berjalan hingga sekarang," katanya.

Sementara itu Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengatakan pembangunan yang didampingi tersebut berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah di antaranya Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian, serta PDAM.

"Kami memiliki moto untuk patuh terhadap hukum. Kalau kami ragu dalam pengerjaan maka kami akan konsultasikan kepada TP4D," ujarnya.

Menurutnya dengan kerja sama tersebut pihaknya terasa terbantu baik untuk meningkatkan pendapatan daerah maupun di bidang hukum.