KONI Sumbar tegaskan pengurus KONI tidak boleh dari ASN

id Rapat KONI Sawahlunto

Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Sawahlunto yang membahas pembentukan panitia Musorkot Luar Biasa Kota Sawahlunto untuk periode 2019-2023 di Sawahlunto, Rabu sore (12/6). (Antara Sumbar/Taufan Razzak)

Sawahlunto, (ANTARA) - Ketua KONI Sumatera Barat Syaifulmenegaskan pengurus KONI tidak boleh dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihaknya akan tetap menerapkan aturan itu untuk menjaga nama baik organisasi.

Hal itu disampaikannyapada Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Sawahlunto yang membahas pembentukanpanitia MusorkotLuar Biasa Kota Sawahlunto untuk periode 2019-2023 di Sawahlunto, Rabu sore (12/6).

Pada awal rapat terjadi riuh kecil ketika akan dilaksanakan pembentukanpanitia, karena yang hadir hanya 27 cabang olahraga dari 33 cabang yang ada.

Ketua Persaudaraan Bela Diri Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi)SawahluntoJhon Reflita mengatakan apapun judulnya, KONI yang mengadakan atau inisiator yang mengadakan yang penting registrasinya sah.

"Karena sah maka hari ini kita selesaikan, kita pilih, kita tentukan panitia pengarah (SC) dan Panitia Pelaksana (OC), saya mohonketua KONISumbar untuk memimpin rapat ini agar tidak ada kesenjangan," kata dia.

Sementara Ketua KONI Sumbar Syaiful mengatakan karena sudah dihadiri inisiator-inisiator dari 27 cabang olahraga maka dapat diterima bahwa rapat ini untuk pembentukan panitia Musorkot Luar biasa.

Pelaksanaan Musorkot Luar Biasa ini disepakati pada 26 Juni 2019 di Kota Sawahluntoyang tempatnya ditentukan kemudian.

Rapat juga menetapkan Ketua Panitia atas namaJhon, dan Ketua Pengarah Afdal. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar