Awal Ramadan, Rupiah ditutup melemah

id rupiah melemah,pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019,trump ancam china,perang dagang

Ilustrasi - Uang rupiah dan dolar AS. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, bergerak melemah seiring rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019.

Rupiah melemah 32 poin atau 0,22 persen menjadi Rp14.298 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.266 per dolar AS.

"Rilis PDB di kuartal I-2019 tumbuh 5,07 persen, di bawah ekspektasi pasar yaitu 5,19 persen. Tapi kita harus lihat secara "comparable" dengan negara lain, artinya PDB bergerak di 5 persen masih solid," kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin.

Dari eksternal, sentimen pelemahan rupiah yaitu adanya ancaman dari Presiden AS Donald Trump yang akan menaikkan tarif terhadap barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS apabila perundingan antara AS dan China tidak seperti yang diharapkan oleh negara Paman Sam tersebut.

Sementara itu, bank sentral China merespons cuitan Trump di Twitter tersebut dengan memotong persyaratan cadangan untuk bank-bank kecil dan menengah yaitu suatu ukuran yang katanya akan melepaskan likuiditas sebesar 280 miliar yuan guna menstabilkan ekonomi China akibat ancaman Trump.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.126 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.126 per dolar AS hingga Rp14.331 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin, menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.308 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.282 per dolar AS.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar