74 pemain jebolan Minangkabau Cup ikuti seleksi awal Pra PON

id Minangkabau Cup,Seleksi Pra PON

Tim kecamatan Talawi Kota Sawahlunto berhasil menjadi tim terbaik di ajang turnamen kolosal antar kecamatan se-Sumatera Barat Minangkabau Cup II (ANTARA SUMBAR/Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Sebanyak 74 pemain sepak bola jebolan turnamen kolosal antarkecamatan se- Sumatera Barat Minangkabau Cup mengikuti seleksi awal Pra PON 2020 yang digelar panitia turnamen tersebut di Stadion Haji Agus Salim 6-7 April 2019.

Direktur Pertandingan Minangkabau Cup Yulius Dede di Padang, Sabtu mengatakan sepanjang turnamen pihaknya telah memonitor seluruh pemain dan hasilnya ada 88 pemain yang menonjol hasil pantauan tim pemandu bakat turnamen.

“Dari 88 pemain tersebut yang kelahiran 1 Januari 1998 ke atas hanya 74 orang dan ini yang kami seleksi untuk diusulkan kepada Asprov PSSI Sumbar untuk memperkuat tim Pra PON di ajang Porwil 2019,” kata dia.

Menurut dia sesuai dengan surat edaran PSSI tim Pra PON terdiri dari 20 pemain yang terdiri dari lima pemain profesional dan sisanya pemain amatir. Mereka nantinya akan berjuang membawa nama Sumatera Barat di ajang Porwil tingkat Sumatera yang akan digelar November 2019 di Bengkulu

“Apabila tim ini berhasil menjadi peringkat satu atau minimal peringkat tiga akan lolos ke ajang PON 2020 nantinya. namun untuk pemain yang akan memperkuat Sumbar tentu Asprov PSSI yang akan menunjuk manajemen tim Porwil atau Pra PON 2020 ini,” kata dia.

Ia mengatakan jebolan Minangkabau Cup cukup berpotensi memperkuat tim sepak bola Sumbar dalam ajang Porwil nantinya karena pemain turnamen ini juga berlaga di Liga 3 dan ajang Porprov. Mereka semua memperkuat tim kecamatan masing-masing dalam turnamen Minangkabau Cup.

“Kita optimis namun itu tergantung pemain yang akan memperlihatkan penampilan mereka dalam seleksi nantinya,” kata dia.

Sebelumnya Koordinator pemandu bakat Minangkabau Cup Dr Alex Alda Yudi mengatakan turnamen antar kecamatan di Sumatera Barat “Minangkabau Cup” memunculkan 88 pemain muda berbakat di daerah tersebut.

“Kami bersama tim pemandu bakat telah mengamati pertandingan sejak babak zona Sumbar yang diikuti 35 tim kecamatan dan hasilnya ada 88 pemain muda yang menonjol,” kata dia.

Pelatih berlisensi B AFC itu mengatakan jumlah pemain tersebut dapat bertambah karena pihaknya akan terus mengawasi pemain hingga babak final nantinya dan talenta yang muncul akan direkomendasikan kepada Asprov PSSI Sumbar dan Askab/Askot PSSI kota dan kabupaten.

Menurut dia dalam melakukan pemantauan, pihaknya dibantu jajaran pelatih dengan lisensi minimal C AFC, pemantauan dilakukan sesuai dengan regulasi yang ada namun empat hal penting harus dimiliki pemain agar terpilih menjadi pemain yang dipantau pemandu bakat.

Mulai dari kekuatan fisik, keterampilan mengolah bola baik secara individu maupun tim, taktik permainan hingga mental. Pemain yang baik tidak hanya memiliki kualitas teknik emata namun juga mental, pemain itu mampu mengendalikan emosi dan memberikan pengaruh bagi tim.

Ia mengatakan setiap babak pihaknya akan menyusun tim terbaik dengan menggunakan Filosofi Sepakbola Indonesia (Filanesia) yang mengusung formasi 4-3-3 yang terdiri satu penjaga gawang, dua pemain bertahan, dua bek sayap, satu gelandang bertahan dan dua gelandang serang serta dua penyerang sayap dan satu penyerang murni.

"Filosofi ini coba kami sebarkan kepada pelatih-pelatih kecamatan agar digunakan secara serentak di seluruh daerah di Sumatera Barat," kata dia.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar