Lereng Singgalang, objek wisata keluarga di ketinggian 1.200 mdpl

id Lereng Singgalang,Objek wisata Lereng Singgalang,Objek Wisata Kabupaten Agam

Bupati Agam, Indra Catri ketika meninjau pembangunan Sajuta Janjang menuju pelataran Lereng Singgalang. (Antara Sumbar/ Dokumentasi Wali Nagari Pakan Sinayan)

Banuhampu, Agam, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membangun objek wisata keluarga yang diberi nama Lereng Singgalang di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut (mdpl).

Objek wisata itu berlokasi di Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, tidak jauh dari Kota Bukittinggi.

Wali Nagari Pakan Sinayan, HS Dt Kayo Nan Kuniang di Pakan Sinayan, Rabu, mengatakan pembangun wisata itu telah dilaksanakan sejak 2018 namun terhenti dan akan dilanjutkan ditargetkan akhir Maret 2019.

Lereng Singgalang menghadirkan wisata di ketinggian 1.200 mdpl dan jalur sepanjang 3,7 kilometer diberi nama Sajuta Janjang untuk menuju ketinggian itu yang dibangun mulai dari pinggir Jalan Padang Lua-Lubuk Basung.

Di ketinggian tersebut disediakan empat pelataran, mushala, kamar kecil, pos penjaga dan dari ketinggian tersebut bisa terlihat Taman Raya Hutan Balingka, Bukittinggi dan lokasi lainnya.

Ia menerangkan langkah pembangunan Lereng Singgalang sudah dimulai sejak 2015, saat itu dilakukan dahulu komitmen bersama warga setempat karena lahan yang digunakan merupakan hibah dari masyarakat.

Di 2018, pembangunan menggunakan tiga sumber biaya yaitu dari APBD Agam sebesar Rp3,9 miliar, APBD Sumbar Rp2,1 miliar, dan dana nagari.

Di pembangunan tahap pertama sudah dibangun di bagian puncak satu pelataran, mushala, kamar kecil, pos jaga dan jalur sepanjang 750 meter dari puncak menuju Tabek Sarikan atau baru 30 persen dari keseluruhan.

"Pembangunan dari dana APBD Agam hanya terserap Rp1,8 miliar karena putus kontrak. Ditargetkan Maret tahun ini dilanjutkan kembali pembangunannya," katanya.

Ia menyebutkan setelah selesai di bangun, Lereng Singgalang akan menjadi objek wisata keluarga, tujuan "tracking" dan lebih lanjut dikembangkan sebagai wisata budaya.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar