Realisasi zakat Sawahlunto tidak tercapai target

id Baznas sawahlunto

Rapat kerja baznas Sawahlunto. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Sawahlunto, (Antaranews Sumbar) - Realisasi penerima zakat di Kota Sawahlunto selama 2018 mencapai 95 persen atau Rp2,8 miliar dari rencana penerimaan sebesar Rp3 miliar. Sementara itu realisasi penyaluran berdasarkan program mencapai 95 persen atau sebesar 2,5 miliar dari rencana Rp2,625 miliar.

M.Syarif selaku Pimpinan Baznas Kota Sawahlunto dalam rapat kerja di Sawahlunto ,Selasa, mengatakan penerima zakat tersebut didominasi dari aparatur sipil negara yang dihimpun melalaui unit pengumpulan zakat yang beras simasing-masing organisasi perangkat daerah.

Setiap penerimaan yang diterima oleh Baznas Kota sawhlunto akan terhubung dalam jaringan ke Baznas Provinsi dan Baznas Pusat dan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik yang profesional ungkap, katanya.

“Ada empat program yang kami jalankan untuk dibagi dalam beberapa kegiatan seperti kegitan pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi dan dakwah advokasi. Empat progam itu adalah penyaluran zakat, penyaluran dana infak sedekah, penyaluran dana social corporate responsibility(CSR), penyalur dana sosial keagamaan lainnya(DKSL)," katanya.

Sementara itu Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan perlunya evaluasi di tubuh Baznas dengan maksud agar sumber penerimaan Baznas tidak hanya dari ASN saja.

Menurutnya evaluasi ini bertujuan agar Baznas dapat kepercayaan dari masyarakat banyak. "Jika sudah dapat kepercayaan maka masyarakat dengan sendirinya mau menyalurkan zakatnya ke Baznas Kota Sawahlunto," katanya.

"Untuk penyaluran zakat ditahan dulu sampai pemilihan umum 2019 selesai dan penyaluran sebaiknya sesudah April supaya itu tadi semakin menambah kepercayaan masyarakat," katanya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar