Banyak tanjakan dan turunan ekstrem, jalan baru Kawasan Mandeh perlu tambahan rambu jalan

id kawasan mandeh

Banyak tanjakan dan turunan ekstrem, jalan baru Kawasan Mandeh perlu tambahan rambu jalan

Foto udara jalan baru diaspal di Jalan Akses Wisata Mandeh, Pessel - Padang, di Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Minggu (25/11/2018). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Jalan baru Sungai Pisang, Padang menuju Tarusan melewati Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh, Pesisir Selatan, membutuhkan tambahan rambu dan marka jalan untuk menginformasikan kondisi tanjakan dan turunan yang ekstrem.

"Sekarang rambu-rambu yang menginformasikan kondisi jalan yang ekstrem masih sangat kurang. Pengendara yang belum mengetahui kondisi jalan, bisa terjebak di tanjakan atau turunan yang sangat tinggi," kata salah seorang wisatawan, Andre (40) di Padang, Senin.

Ia baru saja mencoba menjajaki ruas jalan yang baru selesai dibangun itu menggunakan mobil minibus. Pada daerah Sungai Pisang yang masih masuk wilayah Kota Padang, pengendara sudah harus menggunakan porseneling satu cukup lama untuk bisa melewati tanjakan yang curam dan panjang.

Setelah itu, pengendara akan dihadapkan pada turunan yang tajam dan sama ekstremnya hingga kondisi rem harus benar-benar baik.

Tanjakan, turunan dan belokan ekstrem masih akan ditemui pengendara hingga melewati daerah Sungai Nyalo dan Nagari Mandeh Pesisir Selatan.

Pada beberapa belokan yang ekstrem harusnya dilengkapi juga dengan pembatas jalan untuk mengantisipasi agar kendaraan tidak masuk jurang. Pengendara bisa terkecoh melewati kelokan itu, apalagi saat malam hari dalam kondisi cahaya minim.

Pada kondisi ramai kendaraan dan adanya potensi kemacetan seperti lebaran atau lebur panjang, ruas jalan itu tidak direkomendasikan untuk dilewati.

Namun, secara fisik jalan yang telah selesai dibangun sepanjang 41,8 kilometer itu sangat bagus dan mulus dan mampu menunjang pengembangan pariwisata di Kawasan Mandeh.

Andre menyebut mobil dengan kapasitas di bawah 1500 CC dengan kondisi penuh penumpang, tidak direkomendasikan menuju Kawasan Mandeh melalui Sungai Pisang dan lebih baik memilih jalan memutar melewati Carocok Tarusan yang relatif lebih "ramah" dengan asumsi menambah waktu tempuh hingga satu jam.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang, Aidil Fiqri menyebutkan jalan baru menuju Kawasan Mandeh itu sebagian dibangun oleh PU Sumbar dan sebagian dilanjutkan oleh pihaknya.

Tanjakan dan turunan curam di Sungai Pisang menurutnya adalah hasil kerja Dinas PU Sumbar. Ke depan pihaknya berencana membangun jalan baru di Teluk Kabung untuk lebih memudahkan akses ke Mandeh.

Status jalan yang selesai dibangun itu menurutnya juga bukan jalan nasional dan nantinya akan diserahkan kewenangannya pada pemerintah daerah, karena itu rambu dan marka nanti akan dilengkapi daerah.

"Tanggung jawab kita adalah jika ruas yang sudah selesai kita kerjakan, terjadi kerusakan dalam masa pemeliharaan," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar