Rektor UNP : kampus harus siap hadapi kemajuan zaman

id UNP,Ganefri

Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Ganefri (tiga dari kiri) didampingi Dekan FBS UNP M Zaim (Dua dari kiri) dan Ketua ICLA ke-7 Prof Yenni Rozimela (kiri) saat memukul gendang sebagai tanda pembukaan International Conference on Languages and Arts (ICLA) yang digelar pada 19-20 Oktober 2018 di Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (19/10) (Antara Sumbar/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (Antaranews Sumbar) -Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat Prof Ganefri mengatakan kampus harus mempersiapkan diri mereka menghadapi kemajuan zaman dengan cara melakukan inovasi dalam bidang pendidikan.

"Inovasi yang dilakukan adalah dengan memperbanyak riset dan publikasi," kata dia saat membuka seminar internasional bahasa dan seni di Padang, Jumat.

Menurut dia dalam menghadapi revolusi industri 4.0 membawa perubahan yang terjadi cukupbesar dan berdampak pada kehidupan masusia, salah satunya tenaga pendidik dan dosen

Saat ini bahan pembelajaran dapat dengan mudah di dapatkan oleh mahasiswa di dalam internet. Hal ini membuat para dosen dan tenaga pendidik melakukan inovasi, jika tidak peran mereka nantinya dapat digantikan dengan komputer.

"Dosen harus melakukan pembaruan melalui riset yang mereka lakukan sehingga mahasiswa dapat mendapatkanhal baru," kata dia.

Menurut dia dosen seharusnya tidak terfokus pada teks-teks lama dan membuat mahasiswa bosan karena tidak ada ilmu baru yang mereka dapatkan.

"Kita harus mendorong dosen keluar dari zona nyaman mereka dan membuat riset dan dituangkan dalam bentuk publikasi dalam jurnal internasional," katanya.

Selain itu dirinya mengapresiasi Fakultas Bahasa dan Seni yang telah membuat tiga seminar internasional pada tahun ini. Seminar ini bertujuan untuk memberi ruang bagi dosen untuk memaparkan makalah yang mereka miliki.

"Kita berharap banyak publikasi dosen UNP yang nantinya dapat masuk dalam jurnal terindeks dunia. Apabila jurnal mereka banyak dikutip maka akan memberikan dampak tersendiri bagi kampus," katanya.

Sementara Dekan Fakultas Ilmu Bahasa dan Seni (FBS) M Zaim mengatakan melalui seminar ini bernama International Conference on Languages and Arts (ICLA)” yang digelar pada 19-20 Oktober 2018.

Dirinya berharap dari 185 makalah yang ada dapat masuk ke riset terindeks Athlantic Pers, Thompson dan lainnya minimal 100 makalah.

“Kita berupaya mengejar ketertinggalan dengan publikasi. Semakin sering dosen melakukan publikasi maka ilmunya semakin berkembang dan membuat karya dosen dapat dikenal,” kata dia.

Ketua panitia ICLA Prof Yenni Rozimela saat jumpa pers di Padang, Rabu, mengatakan tahun ini merupakan tahun ketujuh Fakultas Bahasa dan Seni UNP melaksanakan seminar internasional. Pada tahun ini ada delapan pemakalah utama dari enam negara yang akan menyampaikan hasil penelitian mereka.

Kedelapan pemakalah itu adalah Prof Low Ee Ling dari Singapura, Anna Filipi dari Monash University Australia, Hema Rajagopalan dari Columbia College Chicago Amerika Serikat. Kemudian Prof Rettberg Wolfgang dari Jerman, Prof Khairul Aidil Azlin dari UPM Malaysia, Prof Safnil, Prof Harris Effendi dan Indrayuda dari Universitas Negeri Padang. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar