Delapan ribu ton beras didatangkan Bulog Riau

id beras

Stok beras Bulog. (ANTARA SUMBAR)

Beras ini kami datangkan dari Sulawesi Selatan, Jawa, dan DKI,
Pekanbaru, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak delapan ribu ton beras didatangkan Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau dari tiga provinsi lain untuk mencukupkan ketahanan stok setempat.

"Beras ini kami datangkan dari Sulawesi Selatan, Jawa, dan DKI," kata Kepala Bulog Riau-Kepri, A Muis S Ali di Pekanbaru, Minggu.

Ia menambahkan tujuan Bulog Divre Riau-Kepri mendatangkan beras tersebut untuk memenuhi kecukupan stok dan kebutuhan bulanan pokok masyarakat setempat hingga akhir tahun.

"Beras ini untuk memenuhi kebutuhan bulanan masyarakat Riau, bencana, dan Bansos Rastra yang mencapai 2.500 ton per bulan," ujarnya.

Selain itu untuk mengantisipati peningkatan kebutuhan menyambut Idul Adha 1439 Hijriyah, serta stabilisasi harga beras di pasar-pasar tradisional setempat yang cenderung alami peningkatan.

"Terutama ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dan stabilisasi harga," tuturnya.

Menurut A Muis S Ali, Bulog Riau-Kepri mendatangkan jumlah yang berbeda-beda dari tiga provinsi penghasil tersebut, sesuai kebutuhan.

Misalkan beras asal Sulawesi Selatan jumlahnya 3.000 ton, DKI 3.000 ton, sementara Jawa 2.000 ton.

Mengingat pola konsumsi masyarakat Riau-Kepri lebih menyukai beras jenis pra atau berderai, bukan tipe pulen.

Untuk proses pengiriman, lanjutnya, kini sudah dilakukan dengan kelengkapan administrasi distribusi antarwilayah, di mana pengiriman dilakukan melalui jalur laut dan akan bongkar di pelabuhan Dumai, Batam, dan Sungai Duku Pekanbaru.

"Beberapa sudah mulai pengiriman, lewat Dumai, Pekanbaru, dan Batam," pungkasnya.

Sementara itu Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pekanbaru menyatakan saat ini kondisi harga bahan kebutuhan pokok di wilayah setempat relatif stabil. Khususnya beras dengan berbagai kualitas.

"Hingga kini harga-harga masih belum naik," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pekanbaru, Ingot Achmad Hutasuhut.

Ingot menyatakan untuk beras jenis medium dengan merek Topi Koki dan Belida asal Palembang kini dipasarkan stabil di Pekanbaru dengan harga Rp11.500/kg.

Kualitas premium jenis Mundam atau Anak Daro dan Pandan Wangi diecer Rp13.500/kg.

Bahkan beras kualitas premium jenis pulen yakni Ramos asal Sumatera Utara justru lebih murah yakni Rp11.000/kg.

Menurut Ingot, kalaupun ada kenaikan harga bahan pokok biasanya akan terjadi menjelang moment perayaan hari besar keagamaan.

Dia mengatakan ke depan akan ada perayaan Idul Adha, maka pihaknya mewaspadai adanya kenaikan harga bahan pokok dengan memantau ketersediaan stok.

"Namun kita yakin dengan tersedianya stok Bulog maka akan menjamin tidak ada gejolak harga karena mereka akan menjual sesuai HET," pungkasnya.(*)
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar