Berwisata memetik jambu biji, mari ke Padang Pariaman

id jambu biji,agrowisata,agrowisata memetik jambu biji

Berwisata memetik jambu biji, mari ke Padang Pariaman

Wisatawan sedang memilih jambu biji di agrowisata Ariza Farm di Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Senin (30/7). (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M. S)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Agrowisata Ariza Farm yang terletak di Korong Panggie-panggie, Nagari Limpato Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menawarkan wisata memetik jambu biji merah langsung dari batang seluas lima hektare kepada wisatawan.

"Sejumlah wisatawan sudah banyak berdatangan ke sini sejak dibuka dari 2015 untuk agrowisata," kata pemilik Ariza Farm, Zahari Zakaria di VII Koto, Senin.

Wisatawan tersebut datang dari berbagai daerah mulai Padang Pariaman, Kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, dan Riau.

Agrowisata tersebut biasanya ramai dikunjungi wisatawan ketika akhir pekan guna mengisi liburannya sambil menyaksikan aktivitas petani dan langsung memetik buah jambu biji merah.

"Rata-rata dalam seminggu ada 50 wisatawan mengunjungi Ariza Farm," katanya.

Fasilitas yang disediakan yaitu mulai dari penginapan, aula, mushala, kolam renang, dan lapangan rumput untuk kegiatan keluarga.

Biaya untuk memasuki kawasan perkebunan serta memetik buah yaitu Rp5.000 per orang dan setiap buah yang dipetik dikenakan Rp10 ribu per kilogram.

Sedangkan untuk sewa aula Rp500 ribu per hari, penginapan Rp200 per malam, dan kolam renang mulai Rp5.000 sampai Rp15.000 per orang.

Selain kebun jambu biji merah, lanjutnya di agrowisata itu juga ditanam jenis tanaman lain yaitu di antaranya pepaya dan kelengkeng.

"Saat ini kami mulai budidaya jamu tiram, " ujarnya.

Ia menyebutkan saat ini pihaknya mampu memproduksi jambu biji merah tiga ton per bulan yang dipasarkan mulai dari Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Bukittinggi, Jambi, dan Riau.

Ia berharap pemerintah setempat mau membantunya untuk memperbaiki jalan menuju kawasan agrowisata tersebut agar wisatawan nyaman menuju lokasi.

Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Agam, Rozi Sandaro (28) mengatakan dirinya merasakan kesejukan memasuki daerah itu.

"Jadi ketika memetik buah saya tidak merasa kelelahan karena alamnya sejuk" ujar dia.

Selain alamnya, lanjutnya jambu biji itu pun renyah dan segar sehingga menurutnya harga jual buah tersebut termasuk murah.

Ia berharap jalan menuju lokasi dapat diperbaiki agar wisatawan bisa nyaman menuju lokasi. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.