Nyanmar tertarik pelajari harmonisnya keberagaman kehidupan beragama di Indonesia

id nyanmar

Nyanmar tertarik pelajari harmonisnya keberagaman kehidupan beragama di Indonesia

Bendera Nyanmar (Foto Pixabay.com)

Selanjutnya, delegasi tersebut berkunjung ke Ambon, Maluku, guna mempelajari keharmonisan kehidupan umat berbeda agama serta mempelajari pengalaman Indonesia dalam menghadapi dan menyelesaikan konflik berlatar belakang etnik dan konflik sektarian

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Nyanmar tertarik pada harmonisnya keberagaman kehidupan beragama dan etnis di Indonesia serta akan mempelajari melalui delegasi negara itu yang terdiri pemuka masyarakat muslim dan komunitas di Negara Bagian Rakhine yang tengah berada di Indonesia 20-27 Februari 2018.

Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, mengemukakan delegasi Myanmar itu sudah berrtemu dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta pada Kamis (22/2).

Selanjutnya, delegasi tersebut berkunjung ke Ambon, Maluku, guna mempelajari keharmonisan kehidupan umat berbeda agama serta mempelajari pengalaman Indonesia dalam menghadapi dan menyelesaikan konflik berlatar belakang etnik dan konflik sektarian.

Pengalaman Indonesia dalam menghadapi konflik tersebut membangkitkan kesadaran bahwa hubungan yang memburuk antaretnis dapat kembali diperbaiki walau telah pecah konflik dan terjadi tindak kekerasan.

Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan dapat melahirkan ide-ide dan cara untuk memperbaiki situasi di Negara Bagian Rakhine.

Delegasi Myanmar terdiri atas sepuluh pemuka masyarakat, yakni lima orang anggota masyarakat Rakhine dan lima orang dari masyarakat Muslim yang semuanya berasal dari bagian utara Negara Bagian Rakhine. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, kelompok usia, dan pekerjaan,

Pada 2017, untuk pertama kalinya Indonesia menyelenggarakan Dialog Lintas Agama dengan Myanmar. Dialog ini bertujuan saling bertukar pengalaman mengenai bagaimana membangun dan memelihara harmoni di negara majemuk seperti Indonesia.

Sebelumnya, pengamat Hukum Internasional dari Universitas Riau, Evi Deliana mengatakan Pemerintah RI berperan aktif dalam menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya asal Rakhine yang jumlahnya berdasarkan data terakhir mencapai 820 ribu orang.

"Keaktifan Pemerintah RI tersebut lebih karena Indonesia peduli dengan perdamaian dunia hingga sudah untuk ke sekian kalinya pemerintah RI terus melakukan kunjungan ke Bangladesh dan secara konsistensi terus memberikan bantuan makanan serta obat-obatan ke pengungsi Rohingya," ujarnya.

Menurut Evi, kunjungan presiden ke kamp pengungsian Jamtoli di Cox's Bazar, Bangladesh pada 28 Januari 2018 menunjukkan kepedulian Indonesia atas masalah yang menimpa pengungsi Rohingya sekaligus merupakan cara Indonesia untuk melakukan intervensi dan menjaga masalah pengungsi Rohingya agar tetap menjadi persoalan kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara.(*)

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.