Setelah terbakar, pasar Ateh Bukittinggi dibangun kembali lengkap dengan parkir

id Pasar ateh

Bangunan pertokoan Pasar Ateh Bukittinggi yang terbakar 30 Oktober 2017 lalu. Pasar yang jadi destinasi wisata belanja daerah itu dinyatakan tidak layak digunakan lagi sehingga harus dibangun ulang. (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)

Kami akui, kalau banyak pengunjung yang datang, parkir selalu jadi keluhan. Pembangunan kembali Pasar Ateh diharapkan akan jadi solusinya,
Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), M Ramlan Nurmatias mengatakan pembangunan kembali pusat pertokoan Pasar Ateh dirancang sebagai solusi parkir di daerah itu.

"Kami akui, kalau banyak pengunjung yang datang, parkir selalu jadi keluhan. Pembangunan kembali Pasar Ateh diharapkan akan jadi solusinya," katanya di Bukittinggi, Sabtu.

Ia menerangkan pembangunan kembali Pasar Ateh akan sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah pusat.

Kepastian itu setelah adanya kunjungan dari Direktur Bina Penataan Bangunan (BPB) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dan Kepala Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Sumbar ke Bukittinggi pada 30 Januari 2018 lalu.

Meski dibangun oleh pemerintah pusat, Pemkot Bukittinggi tetap dilibatkan mulai dari tahap perencanaan agar pembangunannya selaras dengan kebutuhan daerah.

"Bangunan Pasar Ateh diarahkan memiliki basement yang setidaknya bisa menampung hingga 700 kendaraan roda empat. Sudah kita sampaikan dan Kementerian PUPR yang hitung nanti akan seperti apa," katanya.

Dengan adanya fasilitas tersebut, tidak dibenarkan lagi memarkir kendaraan menggunakan jalan-jalan yang selama ini menjadi titik parkir kendaraan roda empat yaitu Jalan Achmad Karim, Jalan A Yani dan Jalan Minangkabau.

Kondisi itu juga disejalan dengan rencana jangka panjang pemerintah daerah menjadikan Jalan A Yani dan Jalan Minangkabau sebagai wilayah khusus bagi pejalan kaki.

Diperkirakan pembangunan kembali pusat pertokoan Pasar Ateh dilaksanakan pada 2018 dengan perkiraan biaya mencapai Rp400 miliar.

"Semua persiapannya seperti manajemen konstruksi, perencanaan fisik dilakukan oleh pemerintah pusat. Kita berharap tahun ini juga pembangunan dilakukan," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar