Menag Lukman Hakim Resmikan Rusunawa Pondok Pesantren di Limapuluh Kota

id menag resmikan ponpes di limapuluhkota

Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin meresmikan rumah susun sewa (rusunawa) Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu ( Antara Sumbar/Mardikola Tri Rahmad)

Sarilamak, (Antara Sumbar) - Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin meresmikan rumah susun sewa (rusunawa) Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu.

Menag di Sarilamak, Sabtu mengatakan pihaknya berharap dengan semakin baiknya sarana dan prasara pondok pesantren hendaknya dapat melahirkan santri yang berkualitas dan daya saing sesuai dengan tuntutan zaman.

"Peresmian rusunawa ini memiliki makna strategis, karna kita sadar pendidikan adalah sesuatu yang paling mendasar dalam memperbaiki, meningkatkan, dan mengembangkan kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Menurutnya dengan semakin baiknya sarana prasarana penunjang di Pondok Pesantren Al-Kautsar akan membuat para santri dan guru nyaman dalam melaksana kegiatan proses belajar mengajar (PBM)

Ia mengatakan, dirinya menyempatkan hadir dalam peresmian gedung tersebut di antaranya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Keluarga Besar Muhammadiyah karena secara tidak langsung menyukseskan program Kementerian Agama.

Sehingganya, dapat memperbaiki kualitas kehidupan beragama, khususnya umat Islam, serta kerukunan hidup antar umat beragama.

Lukman menambahkan, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang asli Indonesia, yang mana sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu sudah hadir di tengah masyarakat.

Melalui pondok pesantren yang tersebar di nusantara dapat terlihat bagaimana tokoh serta ulama terdahulu meletakan pondasi dasar atau basic pendidikan keagamaan dan keislaman di tengah masyarakat.

"Kemudian ciri khas pondok pesantren, selain mempelajari ilmu keislaman, juga keindonesiaan. Untuk itu, tidak ada pondok pesantren yang tercerabut dari akar keindonesiaan. Akar keindonesiaan itu adalah nilai-nilai yang sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat atau disebut kearifan lokal," kata dia.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan pendidikan salah satu program utama Muhammadiyah. Untuk mewujudkannya, banyak lembaga pendidikan di bawah yayasan Muhammadiyah, mulai dari taman kanak-kanak (TK) sampat tingkat perguruan tinggi.

Menurutnya, dengan baiknya kualitas umat Islam, maka dengan sendirinya akan mengangkat derajat umat Islam itu sendiri.

Sementara itu Ketua Panitia Peresmian Rusunawa PPM Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak Zikri mengatakan gedung yang baru selesai dibangun itu menghabiskan anggaran Rp9 miliar.

Adapun kapasitas gedung yang terdiri dari tiga lantai tersebut dapat menambung sekitar 200 an santri. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar