Olympic akan Bangun Kluster Industri Mebel

id Olympic akan Bangun Kluster Industri Mebel

Jakarta, (Antara) - Perusahaan furnitur Olympic akan mulai membangun kluster industri mebel di Sukabumi seluas 650 hektar yang terbagi dalam dua tahap dan dimulai pada tahun 2013. "Kami akan membuat satu kluster yang luasnya 650 hektar, namun akan dibuat bertahap, untuk awal 250 hektar dan berikutnya 400 hektar akan dilanjutkan secepatnya," kata Komisaris Utama sekaligus pendiri Olympic Group, Au Bintoro, di Jakarta, Kamis. Bintoro mengatakan, Olympic akan mulai membangun tahun 2013 ini meskipun sesungguhnya rencana pembangunan kluster tersebut baru akan dikerjaan pada tahun 2014. "Seharusnya tahun depan, namun karena ada kendala dengan UMP di Jabodetabek maka dipercepat menjadi tahun ini," kata Bintoro. Bintoro menjelaskan, jika industri furnitur ingin bisa lebih berkembang, maka dengan dibangunnya kluster tersebut akan menjadi pusat yang terintegrasi dan mampu menciptakan efisiensi yang sangat baik. "Saat ini pembebasan lahan sudah selesai, diharapkan tahun ini bisa dimulai pembangunannya serta perijinan dapat segera terselesaikan," kata Bintoro. Bintoro menjelaskan, saat ini tidak ada lagi gunanya mempermasalahkan UMP karena hal tersebut telah diputuskan oleh pemerintah, namun pihaknya akan kita harus lebih fokus untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Sementara itu, Penasehat Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan Indonesia (AMKRI) Hatta Sinatra mengatakan bahwa saat ini upah buruh di kawasan Jabodetabek terlalu tinggi dan membuat industri mebel tidak bisa hidup. "Di Sukabumi, upah para pekerja lebih kompetitif, jika terlalu mahal seperti Jabodetabek, industri kita tidak akan bisa hidup karena terlalu mahal," kata Hatta. Olympic Group merupakan sebuah perusahaan induk yang memegang beberapa merek dalam industri furniture Indonesia dan memiliki lima anak perusahaan dan memegang beberapa merek di antaranya Olympic Furniture, Solid Furniture, Albatros, Procella, Olympia, dan Jaliteng. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.