CPO Asal Sumbar Bagian Utara Segera Diangkut dengan Kereta Api

id KERETA API

Kereta Api.

Padang, (Antara Sumbar) - Kereta api Padang-Nareh, Pariaman, Sumatera Barat diharapkan bisa menjadi alternatif untuk mengangkut komoditas minyak sawit kasar atau biasa disebut CPO dari wilayah bagian Utara provinsi itu menuju Pelabuhan Teluk Bayur.

"Kalau ini jadi, akan menguntungkan secara ekonomi karena waktu tempuh lebih cepat dan lancar," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Selasa.

Ia mengatakan itu usai meninjau kesiapan rel kereta api dari Padang - BIM - Pariaman.

Selain CPO dari Pariaman sekitarnya, juga bisa mengangkut CPO dari Kabupaten Agam, Pasaman, dan Pasaman Barat dengan membuat terminal transit di Nareh.

Keuntungan lain transportasi kereta api mengurangi frekuensi truk CPO dari Padangpariaman menuju Teluk Bayur hingga infrastruktur jalan juga bisa tahan lebih lama.

"Kita mendorong agar aktivasi ini bisa dilakukan secepatnya," kata dia.

Sementara itu Kepala PT KAI Divre Sumbar, Sulthon mengatakan rencana aktivasi jalur kereta api hingga ke Nareh memang dilatarbelakangi permintaan daerah agar bisa menjadi transportasi alternatif untuk mengangkut CPO.

"Kita merespon keinginan daerah tersebut," kata dia.

Hanya saja, ia meminta agar Kota Pariaman menyiapkan terminal transit di daerah itu untuk mengumpulkan CPO yang ada agar satu kali angkut bisa membawa beberapa gerbong.

"Biaya untuk membawa satu gerbong atau banyak gerbong sama saja. Karena itu akan lebih efektif," ujar dia.

Jalur kereta api Padang-Pariaman hingga stasiun di Pantai Gondoriah telah aktif sementara dari Pariaman-Naras masih dalam proses pembangunan kembali.

"Jalur ini menjadi prioritas setelah jalur Lubuk Alung - Kayu Tanam beroperasi," kata dia. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar